BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

BTN Optimistis Serap Dana Likuiditas Rp25 Triliun hingga Akhir 2025

Zulkarnain - Sabtu, 20 September 2025 15:23 WIB
BTN Optimistis Serap Dana Likuiditas Rp25 Triliun hingga Akhir 2025
BTN Pastikan Likuiditas Rp 25 T Terserap Optimal (foto : zulkarnain/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan penyerapan dana likuiditas sebesar Rp25 triliun yang ditempatkan oleh pemerintah akan tersalurkan secara optimal hingga akhir 2025.

Dana segar ini menjadi pengungkit penting bagi BTN dalam menggenjot penyaluran kredit, terutama di sektor perumahan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa kehadiran dana tersebut berhasil menggeser peta persaingan antar bank dari kompetisi mencari dana murah ke perlombaan dalam penyaluran kredit.

Baca Juga:
"Tambahan dana Rp25 triliun ini membuat likuiditas BTN cukup aman untuk 6 bulan ke depan. Kami perkirakan bisa terserap habis sebelum akhir Desember 2025," kata Nixon dalam forum Media Gathering BTN 2025 bertajuk Energi Baru BTN Perkuat Transformasi Berkelanjutan di Bandung, Jumat (19/9).

Direktur Finance and Strategy BTN, Nofry Rony Poetra, menjelaskan bahwa penyaluran kredit BTN secara rata-rata mencapai Rp6-7 triliun per bulan. Ini mencakup kredit untuk ekosistem perumahan serta sektor non-perumahan yang kini juga tumbuh signifikan.

"Dengan kapasitas penyaluran saat ini, dana Rp25 triliun bisa habis sebelum akhir tahun. Ini sudah sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) kami," ujarnya.

Penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke lima bank BUMN, dengan alokasi Rp25 triliun untuk BTN, bertujuan menggairahkan sektor riil melalui pembiayaan langsung ke masyarakat. Langkah ini mirip dengan strategi pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

"Pipeline kredit kami sebenarnya sudah lebih dari Rp30 triliun. Tambahan likuiditas ini mempercepat proses akad dan mencegah nasabah pindah ke bank lain," tambah Nixon.
Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru