Dengan adanya dana murah ini, BTN segera menurunkan bunga deposito special rate sebesar 50 basis poin (bps). Ini menjadi strategi konkret dalam menurunkan cost of fund dan meningkatkan profitabilitas.
"Dana Rp25 triliun ini tidak hanya menjaga likuiditas, tapi juga membantu BTN mengurangi bunga mahal. Kami akan terus turunkan bunga special rate hingga akhir tahun," ujar Nixon.Penurunan biaya dana berdampak langsung terhadap Net Interest Margin (NIM) BTN, yang naik 139 bps ke level 4,4% hingga semester I 2025. Hal ini memperkuat posisi BTN dalam mencapai target pertumbuhan berkelanjutan.
Program penyerapan likuiditas ini menjadi bagian penting dalam transformasi BTN ke arah bank modern dan berkelanjutan, dengan misi utama memperluas akses perumahan rakyat dan efisiensi operasional.*