Penunjukan ini diumumkan pada April 2025 lalu melalui situs resmi Bloomberg New Economy, menempatkan Jokowi dalam jajaran tokoh berpengaruh dunia yang akan memberikan arahan strategis terhadap arah masa depan ekonomi global.Dewan ini dipimpin oleh dua tokoh internasional berpengaruh: Gina Raimondo, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, dan Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus mantan Presiden Bank Sentral Eropa.
Kehadiran Jokowi sebagai satu-satunya tokoh dari Indonesia dalam forum bergengsi ini menunjukkan pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinannya di panggung internasional.Selain Jokowi, beberapa nama besar lain yang tergabung dalam dewan ini antara lain:
Gita Gopinath, Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMFMarc Rowan, Co-Founder & CEO Apollo Global Management
Ravi Menon, Duta Aksi Iklim SingapuraNoubar Afeyan, Co-Founder Moderna dan CEO Flagship Pioneering
Bloomberg New Economy didirikan pada 2018 oleh Michael Bloomberg, pendiri Bloomberg LP dan Bloomberg Philanthropies. Platform ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas global, guna menghadapi tantangan ekonomi, geopolitik, dan teknologi yang semakin kompleks.
Dalam pernyataan resminya, Michael Bloomberg menyebut bahwa pengangkatan Gina Raimondo dan Mario Draghi sebagai pemimpin dewan membawa pengalaman penting dalam menjembatani kepentingan sektor publik dan swasta."Dengan begitu banyak kekuatan yang kini mengubah arah ekonomi global, dari pergeseran politik dan perdagangan, percepatan perubahan iklim, hingga lompatan teknologi kecerdasan buatan, misi Bloomberg New Economy menjadi semakin vital," ujar Bloomberg, dikutip Selasa (23/9/2025).
Sementara itu, Gina Raimondo menyatakan komitmennya untuk memperkuat dialog antar-pemimpin global dalam situasi dunia yang kian tidak pasti."Di tengah ketidakpastian geopolitik, percepatan teknologi, dan ancaman krisis iklim, kebutuhan untuk menemukan titik temu dan membangun kemakmuran bersama menjadi semakin mendesak," tegasnya.
Forum tahunan Bloomberg New Economy akan kembali digelar di Singapura pada 19–21 November 2025, mengangkat tema "Thriving in an Age of Extremes". Forum ini dikenal luas sebagai konferensi ekonomi paling berpengaruh di Asia dan mempertemukan pemimpin negara, CEO global, serta inovator untuk mencari solusi atas berbagai tantangan global.
Selama tiga hari, forum akan menyajikan sesi pleno, diskusi tematik, hingga jejaring bisnis strategis. Tahun ini, beberapa mitra pendiri yang terlibat antara lain Envision, HSBC, dan Tata Sons, dengan PwC sebagai Presenting Partner dan Singapura kembali dipercaya sebagai Host Country Partner.
Melalui inisiatif seperti Coalitions dan Catalyst, Bloomberg New Economy berhasil membangun kolaborasi lintas sektor, mempercepat transformasi, serta menggerakkan investasi demi kemajuan bersama.Penunjukan Jokowi sebagai penasihat global menandai pengakuan atas keberhasilan transformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang ia pimpin selama dua periode menjabat Presiden Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam pembangunan digital, ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga transisi energi bersih.Kini, melalui perannya dalam dewan penasihat Bloomberg New Economy, Jokowi berkesempatan memberikan pandangan dan strategi dari perspektif negara berkembang terhadap masa depan ekonomi dunia yang tengah bertransformasi cepat.*
(bi/a008)
Editor
: Abyadi Siregar
Jokowi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy, Bersanding dengan Tokoh Dunia