JAKARTA - Baru dua pekan menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa langsung mencuri perhatian publik lewat sejumlah kebijakan strategis yang berani dan progresif.
Dilantik pada Senin (8/9/2025), Purbaya tak butuh waktu lama untuk menunjukkan arah kebijakan fiskal dan ekonominya. Sejumlah langkah cepat diambil demi menjaga stabilitas, meningkatkan penerimaan negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa membebani masyarakat dengan pajak baru.Berikut rangkuman gebrakan awal Menkeu Purbaya:
Langkah besar pertama adalah penempatan dana Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Tujuannya: menghentikan perang bunga antarbank yang dinilai merugikan masyarakat dan sektor usaha."Dengan dana yang cukup, bank tidak perlu perang bunga. Kredit jadi lebih mudah, konsumsi bisa naik," ujar Purbaya dalam keterangan pers, Kamis (25/9).
Dana tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembiayaan program strategis, seperti Koperasi Desa Merah Putih, dengan bunga pinjaman yang lebih rendah.Kejar Rp 60 Triliun dari 200 Penunggak Pajak
Kebijakan tegas juga dilakukan di sektor perpajakan. Purbaya menargetkan penagihan tunggakan sebesar Rp 60 triliun dari 200 wajib pajak besar, tanpa pengampunan pajak.Kemenkeu menggandeng Polri, Kejaksaan Agung, KPK, dan PPATK untuk memastikan penagihan berjalan cepat dan tegas.
"Mereka tidak akan bisa lari. Ini bagian dari penegakan keadilan fiskal," tegasnya.
Insentif Tarik Dolar WNI dari Luar NegeriDalam upaya memperkuat cadangan devisa nasional, Purbaya sedang merancang skema insentif agar warga negara Indonesia menyimpan dolar mereka di dalam negeri.
Kebijakan ini diharapkan bisa menambah pasokan valuta asing di sistem perbankan nasional dan mendukung pembiayaan proyek pemerintah.Perbaikan Sistem Coretax, Target Selesai dalam 1 Bulan
Sistem administrasi perpajakan Coretax yang diluncurkan awal tahun ini masih kerap bermasalah. Purbaya mengambil langkah cepat dengan mendatangkan ahli IT asing untuk menyelesaikan persoalan teknis dalam waktu satu bulan.Langkah ini penting untuk memastikan efisiensi penerimaan negara dari sektor perpajakan.
Revisi RAPBN dan Fokus ke Daerah
Dari sisi anggaran, Purbaya menaikkan pagu Transfer ke Daerah (TKD) dari Rp 650 triliun menjadi Rp 693 triliun, guna memperkuat ekonomi daerah dan menjaga stabilitas sosial.Ia juga menekankan pentingnya efisiensi subsidi energi, dengan mendorong transisi ke energi terbarukan, tanpa harus menaikkan tarif listrik masyarakat.
Fokus Ekonomi: Tumbuh, Stabil, Tanpa Pajak Baru
Seluruh gebrakan ini dirancang untuk memperkuat ekonomi nasional tanpa menambah beban masyarakat melalui pajak baru. Fokus Menkeu Purbaya adalah stabilitas fiskal, keadilan perpajakan, dan inklusi keuangan.Dalam waktu yang singkat, langkah-langkahnya menunjukkan bahwa Kemenkeu di bawah kepemimpinannya akan menempuh jalur berani, tegas, dan berpihak pada rakyat.*
(bs/j006)
Editor
:
Menkeu Baru, Purbaya Yudhi Sadewa, Tancap Gas! Ini Deretan Gebrakan Ekonomi dalam 2 Pekan