BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Airlangga Beberkan 3 Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI di Akhir Tahun

- Selasa, 30 September 2025 18:03 WIB
Airlangga Beberkan 3 Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI di Akhir Tahun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (foto: setkab.go.id)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan senilai hampir US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional di sisa kuartal IV-2025.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun, yakni:
- Belanja pemerintah yang tetap tumbuh positif,
- Aliran investasi yang berjalan sesuai rencana, dan
- Stimulus tambahan fiskal yang akan dikucurkan pemerintah.

Baca Juga:

"Tentu [dengan stimulus ini] akan sangat membantu. Mudah-mudahan masih ada lagi stimulus yang bisa kita luncurkan, termasuk juga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar evaluasi terhadap stimulus ekonomi terus dilakukan hingga Oktober.

Evaluasi ini mencakup potensi penambahan insentif baru yang menyasar sektor konsumsi masyarakat, daya beli, serta program padat karya.

"Pemerintah tidak menutup kemungkinan akan meluncurkan insentif tambahan menjelang akhir tahun, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata dia.

Airlangga menegaskan bahwa stimulus yang sedang disiapkan merupakan bagian dari Program Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi 2025, yang terdiri atas:
- 8 program akselerasi ekonomi 2025,
- 4 program lanjutan pada 2026, dan
- 5 program prioritas penyerapan tenaga kerja.

Salah satu andalan dalam paket tersebut adalah program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi (maksimal 1 tahun setelah lulus), baik lulusan S1, D3, maupun setara.

Program ini akan dihubungkan langsung dengan industri melalui platform SIAPkerja. Sebanyak 20.000 peserta ditargetkan pada gelombang pertama.

Tak hanya fokus pada industri dan tenaga kerja formal, stimulus juga menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, melalui beberapa program berikut:
- Program bantuan pangan Oktober–November 2025, berupa 10 kg beras per keluarga, dengan anggaran Rp7 triliun.
- Subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja bukan penerima upah seperti driver ojek online, ojek pangkalan, kurir, dan sopir logistik.

Pemerintah akan menanggung 50% iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) bagi sekitar 731.300 pekerja.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Luncurkan Program Magang Fresh Graduate Bergaji UMP, Siap Meluncur 15 Oktober
Heboh Baliho Wajah Prabowo Berdiri di Samping Netanyahu? Ini Kata Kemlu RI
Ray Dalio Temui Presiden Prabowo di Istana, Apa yang Dibahas?
Kabar Duka, Ketua MUI Bidang Ekonomi KH Lukmanul Hakim Wafat di RS Jantung Harapan Kita
Presiden Prabowo Resmikan 26.000 KPR Subsidi, Bupati Bogor Apresiasi Dukungan
Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Selasa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru