Baru 16 Persen Cair dari Rp135 M, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lima Puluh Kota Sebelum Tahun Ini Habis
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
KUDUS - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya dalam membenahi industri rokok ilegal di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pendekatan baru untuk mengakomodasi pelaku usaha ilegal agar dapat beroperasi secara sah di bawah regulasi yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Purbaya melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (3/10/2025).
"Nanti ke depan, tadi Pak Bupati katanya punya rencana satu lagi untuk membangun kawasan industri yang sejenis di tempat lain dengan luas tanah 5 hektare. Kita melihat berapa cepat dia bangun. Kalau dia enggak punya duit, nanti saya lihat saya bisa masuk enggak ke situ. Dengan harapan produsen yang gelap bisa masuk ke sana," ujar Purbaya.Baca Juga:
Pemutihan untuk Pelaku Usaha Rokok Ilegal
Menkeu menyebut kemungkinan pemerintah akan melakukan pemutihan atau pengampunan dosa masa lalu bagi pelaku industri rokok ilegal sebagai bagian dari proses legalisasi. Namun, setelah masa transisi tersebut, pemerintah akan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum di sektor ini.
"Mungkin akan ada pemutihan juga ya, ke belakang dosanya diampunin. Tapi setelah itu ke depan kita akan bertindak keras," tegasnya.
Langkah ini disebut sebagai bentuk keadilan fiskal dan strategi pemerintah dalam menjaga penerimaan negara dari sektor cukai, sekaligus memperkuat struktur industri hasil tembakau yang berkelanjutan dan formal.
Ciptakan Pasar yang Adil untuk Industri Besar dan Kecil
Purbaya menambahkan bahwa saat ini pemerintah juga sedang menyusun skema tarif cukai yang lebih adil, khususnya bagi pelaku usaha kecil agar tetap mampu bertahan tanpa mengganggu iklim persaingan usaha.
"Pak Dirjen sedang mempelajari seperti apa yang paling pas buat perusahaan-perusahaan kecil, yang bisa hidup tapi tidak terlalu mengganggu pasar secara nggak fair. Jadi kita ciptakan pasar yang fair untuk industri besar maupun kecil, sehingga semuanya bisa hidup," ujarnya.
Langkah ini juga diharapkan mampu mendorong penurunan angka pengangguran, terutama di sektor padat karya seperti industri hasil tembakau.
"Yang penting, lapangan pekerjaan tetap terjaga," pungkas Purbaya.*
(oz/j006)
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
LANGKAT Ketua Pemuda Muslimin Sumatera Utara (PMS) Kabupaten Langkat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP,
POLITIK
CHONBURI Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampak tidak terlalu puas meski skuad Garuda berhasil menang 30 atas Timor Leste pada laga
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi III DPR RI dipastikan masih menyusun dan melakukan harmonisasi terhadap Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset. Bahk
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pe
EKONOMI
JAKARTA Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan pemerintah akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengembangkan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur rel Direktorat Jenderal P
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Batu Bara melalui Bidang Perlindungan Anak
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai membuka secara transparan tata kelol
PEMERINTAHAN
BATU BARA Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul menyusu
PEMERINTAHAN