Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA- Kasus paparan radioaktif Cesium-137 yang ditemukan pada produk udang asal Indonesia berujung pada langkah tegas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).
Mulai 31 Oktober 2025, setiap produk udang dan rempah dari wilayah tertentu di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung wajib memiliki sertifikasi impor yang menjamin bebas dari kontaminasi radioaktif sebelum diizinkan masuk pasar Amerika Serikat
Kebijakan ini diumumkan FDA pada 3 Oktober 2025 dan menjadi penerapan pertama wewenang sertifikasi impor yang diatur dalam Food Safety Modernization Act (FSMA). Melalui aturan ini, FDA dapat memastikan keamanan pangan impor sebelum meninggalkan pelabuhan ekspor.Baca Juga:
Langkah tersebut diambil setelah U.S. Customs and Border Protection mendeteksi kadar tinggi Cesium-137 dalam sejumlah pengiriman udang serta dalam sampel cengkeh dari Indonesia. Hasil temuan itu kemudian dikonfirmasi oleh laboratorium FDA.
"Dengan sertifikasi, produk yang memenuhi standar tetap bisa masuk, sementara produk yang berpotensi berbahaya ditahan sebelum sampai ke konsumen," tulis FDA dalam pernyataannya, Minggu (5/10/2025).
Import Alert #99-52 kini diberlakukan khusus untuk produk udang dan rempah asal Jawa dan Lampung—dua wilayah yang menjadi sentra utama penghasil udang Indonesia.
Menanggapi hal ini, Dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University, Roni Nugraha, menilai bahwa kasus tersebut harus menjadi momentum memperkuat budaya mutu di sektor perikanan nasional.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada seluruh pemangku kepentingan agar keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam rantai produksi.
"Indonesia sebenarnya sudah baik dalam menerapkan sistem keamanan pangan untuk produk ekspor perikanan. Namun, kasus ini menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut di luar industri perikanan, misalnya pada area pabrik pengumpulan besi bekas yang diduga menjadi sumber cesium," ujar Roni
Ia juga menekankan bahwa lembaga pengawasan harus lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi kontaminasi eksternal yang tidak terdeteksi oleh prosedur standar industri.
"Budaya mutu dan budaya keamanan pangan harus terus digalakkan untuk menjaga kepercayaan global terhadap produk perikanan Indonesia," pungkasnya.*
(lip/dv14)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL