Ketika gangguan terjadi berjam-jam tanpa pemberitahuan resmi, kepercayaan publik terhadap Telkom ikut tergerus. Padahal, perusahaan pelat merah ini kerap mengklaim diri sebagai penyedia jaringan paling andal dan terbesar di Indonesia.
Namun kenyataan di lapangan berkata lain — pelanggan merasa ditelantarkan, layanan pelanggan tidak mampu memberikan kepastian, dan komunikasi publik nyaris nihil.
"Kalau gangguan 10-15 menit mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sudah lebih dari enam jam. Tidak ada info, tidak ada permintaan maaf resmi, seolah-olah pelanggan tidak penting," kata salah satu pelaku UMKM di kawasan Jalan Haji Anif.
Gangguan serupa seharusnya menjadi alarm bagi Telkom Indonesia untuk memperbaiki mekanisme tanggap darurat, meningkatkan transparansi, dan memperkuat sistem komunikasi publik, terutama untuk segmen pelanggan bisnis yang sangat bergantung pada stabilitas jaringan.
Hingga berita ini diterbitkan, Telkom Indonesia belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab gangguan Indibiz di wilayah Kuta Percut Sei Tuan maupun estimasi waktu perbaikan.