BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Pemerintah Dorong Investasi China Fokus pada Hilirisasi dan Transfer Teknologi

Adelia Syafitri - Selasa, 28 Oktober 2025 09:21 WIB
Pemerintah Dorong Investasi China Fokus pada Hilirisasi dan Transfer Teknologi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan dalam Indonesia-China Business Forum di Beijing di Beijing, China pada Selasa (26/9/2023).(Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mendorong agar investasi dari China tidak hanya berfokus pada penambahan modal semata, tetapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas industri nasional melalui hilirisasi, transfer teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional, Sona Maesana, menegaskan bahwa investasi China harus mampu memberikan multiplier effect bagi ekonomi Indonesia, terutama dalam mempercepat penguasaan teknologi dan memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

"Peran investor China sangat strategis dalam mendukung peta jalan hilirisasi Indonesia. Kita mendorong agar investasi yang masuk bukan hanya eksploitasi sumber daya, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan pengembangan kapasitas industri nasional," ujar Sona dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/10).

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi, China termasuk dalam lima besar negara investor utama di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai USD 35,3 miliar pada periode 2020 hingga semester I 2025.

Rata-rata pertumbuhan investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut mencapai 31 persen per tahun, dengan sektor utama meliputi energi, industri pengolahan, logistik, dan teknologi digital.

Adapun wilayah penerima investasi terbesar meliputi Sulawesi Tengah, Jawa Barat, dan Maluku Utara, yang kini menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi berbasis sumber daya alam dan manufaktur berteknologi tinggi.

Dalam forum China–Indonesia Strategic Collaborative Development Summit di Shanghai, Sona menegaskan bahwa Indonesia tengah mendorong pola investasi baru dari China.

Fokus kerja sama diarahkan ke sektor energi bersih, manufaktur berteknologi tinggi, kendaraan listrik (EV), hingga industri berbasis inovasi seperti UAV dan logistik cerdas.

"Kerja sama Indonesia–China bukan hanya tentang angka investasi, tetapi juga tentang penciptaan nilai tambah, inovasi, serta transformasi ekonomi yang lebih hijau," jelasnya.

Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060, dengan reduksi emisi sebesar 32–43 persen pada 2030 dan kontribusi energi terbarukan mencapai 34 persen dalam bauran energi nasional.

Untuk mewujudkan target tersebut, dibutuhkan investasi sekitar USD 28,5 miliar per tahun di sektor energi terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit surya, angin, panas bumi, dan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS).

Sona menambahkan, transisi energi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor swasta dan investor global.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru