Bahkan, beberapa pedagang mengungkapkan bahwa stok cabai yang mereka miliki sudah dalam kondisi rusak, sehingga mereka merasa dirugikan dengan harga jual yang rendah.
"Kalau dijual segitu, kami pedagang kecil mau makan apa? Modal saja tak kembali. Ini sama saja mematikan usaha kami," keluh salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Senin (26/10/2025).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Fitra Kurnia, menjelaskan bahwa keluhan pedagang disebabkan oleh mereka yang sebelumnya telah membeli cabai dengan harga yang lebih tinggi daripada Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Fitra mengungkapkan bahwa keluhan tersebut terjadi karena harga cabai yang dijual oleh pedagang adalah cabai gunung (lokal), yang memiliki pasar tersendiri.
Namun, meski ada penolakan, operasi pasar ini tetap dilakukan untuk menekan angka inflasi, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai.
"Meski begitu, kegiatan operasi pasar ini akan selalu dievaluasi melihat kondisi harga cabai di Sumatera Utara," ujar Fitra.
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Bobby Nasution juga melaporkan bahwa dengan penurunan harga cabai, inflasi di Sumatera Utara sudah mengalami penurunan dan tidak lagi berada di peringkat pertama.
Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa kebijakan intervensi harga cabai dapat membantu mengendalikan inflasi yang cukup tinggi sebelumnya.
"Alhamdulillah, Pak Wagub di Rakor Inflasi kemarin, karena harga cabai sudah turun, tidak di peringkat pertama lagi," tambah Bobby.
Ke depan, pemerintah Provinsi Sumut berencana untuk meningkatkan peran BUMD sebagai lembaga penyangga produk hortikultura, termasuk cabai.
Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga komoditas penting seperti cabai dapat terjaga, serta mendukung keberlanjutan usaha para pedagang lokal.
"Untuk langkah ke depan tentunya akan dilakukan langkah penanganan yang lebih baik melalui peningkatan peran BUMD sebagai Lembaga Penyangga Produk Hortikultura," jelas Fitra.