"Kebijakan mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah membuat semua orang senang, sekaligus menaikkan pendapatan pajak saya, memperbaiki juga tax ratio saya," ujarnya sambil tersenyum.
Menkeu menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi dapat memicu inflasi berlebihan.
Ia menilai tekanan inflasi yang terjadi selama ini lebih disebabkan oleh tingginya biaya produksi atau cost-push inflation, bukan karena meningkatnya permintaan akibat pendapatan masyarakat yang naik (demand-pull inflation).
"Demand-pull inflation tidak akan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi Anda di bawah laju potensialnya. Jadi jangan takut tumbuh cepat," jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa seluruh instrumen ekonomi, baik fiskal, moneter, maupun sektor swasta, saat ini digerakkan untuk mendukung ambisi pertumbuhan tinggi yang dicanangkan Presiden Prabowo.
"Pemerintah benar-benar fokus agar pertumbuhan cepat ini menghasilkan lapangan kerja formal dan pendapatan masyarakat yang lebih tinggi," kata dia.
Dengan strategi tersebut, Purbaya optimistis cita-cita Presiden Prabowo untuk menciptakan masyarakat yang makmur dan berdaya saing tinggi dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.*