Triwulan pertama ekonomiLampung tumbuh 5,47 persen dan terjaga di 5,09 persen pada triwulan kedua.
Sektor industri pengolahan menjadi motor ekonomi daerah, menyumbang 18,93 persen terhadap PDRB atau sekitar Rp91,5 triliun, didominasi industri makanan dan minuman.
Keunggulan Lampung terletak pada ketersediaan bahan baku lokal lebih dari 75 persen, sehingga biaya produksi efisien dan daya saing produk meningkat di pasar nasional maupun global.
Marindo Kurniawan menambahkan, Lampung juga memiliki tenaga kerja produktif lebih dari lima juta jiwa.
Pemprov terus mendorong pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan agar sesuai kebutuhan industri modern.
Selain itu, reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik melalui sistem Online Single Submission (OSS) membuat proses perizinan investasi lebih cepat dan transparan.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global, Lampung bukan hanya lumbung pangan nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan hilirisasi berkelanjutan," pungkas Marindo.
Langkah strategis ini menempatkan Lampung sebagai poros pertumbuhan ekonomi baru yang menarik perhatian investor nasional maupun internasional, menjadikannya wilayah potensial bagi pengembangan industri dan agroindustri di Indonesia bagian barat.*