MEDAN – Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp16.649 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (3/11/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau melemah 0,11% atau 18 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.631 per dolar AS pada Jumat (31/10/2025).
Pergerakan rupiah sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Yen Jepang melemah 0,06%, dolar Hong Kong 0,02%, dolar Singapura 0,08%, dan dolar Taiwan 0,15%.
Mata uang lain seperti won Korea Selatan turun 0,11%, rupee India 0,12%, ringgit Malaysia 0,19%, dan baht Thailand 0,29%.
Indeks dolar AS juga tercatat naik tipis 0,01% ke posisi 99,81.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif hari ini namun cenderung melemah di kisaran Rp16.630–Rp16.680 per dolar AS.
Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik.
Dari luar negeri, The Fed baru-baru ini memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.
Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan ketidakpastian mengenai pemangkasan lebih lanjut, yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar AS menguat.
Selain itu, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping turut menjadi perhatian.
Meski para analis menilai pertemuan tersebut belum menurunkan hambatan perdagangan secara drastis, kedua pemimpin sepakat memangkas tarif impor terkait fentanil sebesar 10%, melanjutkan pembelian kedelai AS oleh China, dan menunda pembatasan ekspor logam tanah jarang.