MEDAN – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (5/11/2025).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.20 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp16.744 per dolar AS, melemah 36 poin atau 0,22% dibandingkan penutupan Selasa (4/11) yang berada di Rp16.708 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS melemah tipis 0,08% ke 100,14.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi tekanan pelemahan rupiah akan berlanjut hingga penutupan hari ini.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uangrupiah diperkirakan fluktuatif namun tetap melemah di rentang Rp16.700–Rp16.750," ujar Ibrahim, Selasa (4/11/2025).
Ibrahim menilai, pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik.
Dari sisi global, pasar tengah menunggu kepastian langkah kebijakan moneter The Fed pada Desember mendatang.
Gubernur The Fed, Jerome Powell, pekan lalu menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga belum pasti dilakukan, sehingga menciptakan ketidakpastian pasar.
Selain itu, hubungan AS–China yang kembali memanas menjadi sorotan investor.
Donald Trump pada Senin lalu menyatakan bahwa chip Blackwell tercanggih buatan Nvidia akan dicadangkan untuk penggunaan domestik dan tidak dijual ke China.
Hal ini menambah kekhawatiran pasar setelah hubungan kedua negara sempat mereda pasca konflik tarif.
Di dalam negeri, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi terbaru.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan inflasi Oktober 2025 sebesar 0,28% secara bulanan (MtM) dan 2,86% secara tahunan (YoY).
Hari ini, BPS dijadwalkan merilis pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025. Konsensus ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5% YoY, sejalan dengan proyeksi pemerintah.
"Sentimen global yang kompleks dan data ekonomi domestik akan menjadi penentu pergerakan rupiah hari ini," kata Ibrahim.*
(bi/a008)
Editor
: Adam
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.744, Investor Waspadai Kebijakan The Fed