Messi Hattrick! Argentina Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Telak 3-0 atas Aljazair
KANSAS CITY Tim nasional Argentina mengawali langkah mempertahankan gelar juara dunia dengan hasil meyakinkan. Skuad asuhan Lionel Scalon
OLAHRAGA
JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah menyiapkan kebijakan redenominasi rupiah, yakni penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah daya beli masyarakat.
Rencana ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029.
Baca Juga:Kebijakan redenominasi akan diatur melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah, yang ditargetkan rampung pada 2026 atau 2027.
Penanggung jawab utama penyusunannya adalah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu.
"RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) merupakan RUU luncuran yang rencananya akan diselesaikan pada 2027," tulis keterangan PMK tersebut, dikutip pada Sabtu, 8 November 2025.
Kemenkeu menyebut, pembentukan regulasi ini penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas keuangan nasional, dan meneguhkan kredibilitas rupiah di mata global.
Selain RUU Redenominasi, Kemenkeu juga mengajukan tiga rancangan undang-undang lain, yaitu RUU Perlelangan (target 2026), RUU Pengelolaan Kekayaan Negara (target 2026), dan RUU Penilai (target 2025).
"Dalam rangka mencapai sasaran strategis Kemenkeu, diusulkan empat RUU bidang keuangan negara dalam program legislasi nasional jangka menengah 2025–2029," demikian isi beleid tersebut.
Gagasan redenominasi bukan hal baru. Kebijakan serupa pernah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020–2024, namun belum terealisasi.
Bahkan, pada 2013, Kementerian Keuangan sempat mempublikasikan contoh desain uang redenominasi: warna uang tetap sama, tetapi nominalnya dipangkas tiga angka nol, misalnya Rp 1.000 menjadi Rp 1, dan Rp 100.000 menjadi Rp 100.
Menurut Bank Indonesia (BI), redenominasi berbeda dengan sanering.
Jika sanering memangkas nilai uang dan daya beli, redenominasi hanya menyederhanakan nominal tanpa mengubah nilai riil.
Sejumlah ekonom menilai redenominasi dapat membantu efisiensi transaksi, akurasi pembukuan, dan memperbaiki citra rupiah di mata dunia, namun implementasinya memerlukan kesiapan sistemdan sosialisasi luas agar tak menimbulkan kebingungan di masyarakat.*
(d/ad)
Baca Juga:
KANSAS CITY Tim nasional Argentina mengawali langkah mempertahankan gelar juara dunia dengan hasil meyakinkan. Skuad asuhan Lionel Scalon
OLAHRAGA
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, menegaskan bahwa dialog merupakan elemen penting dalam praktik demokra
NASIONAL
JAKARTA Aparat gabungan mengerahkan 4.576 personel untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa yang digelar di berbagai titik di Jakarta
PERISTIWA
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) membahas penguatan kesehatan finansial pekerja dalam pertemuan dengan Ratu Belanda Mxima
EKONOMI
JAKARTA Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (SPCP IPDN) 2026 segera dibuka bagi masyarakat yang ingin mene
PENDIDIKAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah sempat mencatat penguatan beruntun selama lima hari te
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan, Rabu (17/6/2026), dengan penguatan cukup signifikan di tengah pergerakan
EKONOMI
NEW YORK Persaingan Grup I Piala Dunia 2026 langsung berlangsung ketat sejak matchday pertama. Dua tim unggulan, Prancis dan Norwegia, s
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dil
NASIONAL