BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Inflasi Bali Terkendali, Koster Minta Penguatan Pasokan Menjelang Akhir Tahun

Fira - Jumat, 14 November 2025 21:41 WIB
Inflasi Bali Terkendali, Koster Minta Penguatan Pasokan Menjelang Akhir Tahun
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025 yang digelar di Gedung Bank Indonesia Bali, Jumat, 14 November 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Daerah perlu mengoptimalkan serapan anggaran, meningkatkan pendapatan, dan menghindari penumpukan belanja di akhir tahun," ujarnya.

Ribka juga menyoroti perlunya pelaporan rutin TPID, penguatan data harga pangan, serta respons cepat terhadap komoditas penyumbang inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyebut inflasi Bali masih lebih rendah dari nasional.

Inflasi Oktober 2025 tercatat 0,16 persen (mtm) setelah deflasi pada bulan sebelumnya, dan 2,61 persen (yoy).

Sejumlah komoditas penyumbang inflasi antara lain cabai merah, sawi hijau, daging ayam ras, emas perhiasan, dan jeruk.

Adapun komoditas yang mengalami deflasi meliputi beras, tomat, canang sari, LPG rumah tangga, dan jagung manis.

BI juga menyoroti tingginya volatilitas komoditas musiman, terutama menjelang Galungan–Kuningan, serta potensi gangguan produksi hortikultura akibat cuaca ekstrem.

Neraca pangan awal November 2025 memperlihatkan stok beberapa komoditas masih aman.

Namun daging ayam, cabai rawit, dan tomat berada di bawah batas rasio 3, sehingga memerlukan penguatan pasokan lokal.

BI mengusulkan langkah pengendalian melalui strategi 4K, yaitu:
- Ketersediaan pasokan: modernisasi pertanian, smart farming, penguatan cadangan pangan.
- Keterjangkauan harga: operasi pasar, sinergi Bulog, perluasan pasar murah.
- Kelancaran distribusi: pemantauan BBM & LPG, koordinasi satgas pangan, penguatan jalur distribusi.
- Komunikasi efektif: publikasi harga pangan, jadwal pasar murah, dan diseminasi neraca pangan.

Erwin menegaskan perlunya optimalisasi program GNPIP 2025, termasuk klaster pangan, hilirisasi komoditas, dan peningkatan teknologi pertanian.*


Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Raja Abdullah II Akan Bahas Kerja Sama Fosfat dengan Danantara Sebelum Kembali ke Yordania
Bitcoin Tertekan ke Bawah 100.000 Dolar AS Meski Shutdown AS Berakhir, Investor Tetap Waspada
Bali Perkuat Kemandirian Energi, Pangan, dan Air: Koster Paparkan Program Strategis ke Bappenas
Pakaian Bekas Ilegal Kini Jadi Bahan Baku UMKM, Menkeu: Presiden Sudah Setuju
Momen Langka! Presiden Prabowo Duduk Satu Mobil dengan Raja Yordania Abdullah II
Jusuf Kalla Tegaskan Konflik Aceh Disebabkan Ketidakadilan Ekonomi, Bukan Agama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru