BREAKING NEWS
Jumat, 06 Maret 2026

Industri Keramik Nasional Tumbuh Pesat, OEM Dorong Substitusi Impor

Raman Krisna - Sabtu, 15 November 2025 12:02 WIB
Industri Keramik Nasional Tumbuh Pesat, OEM Dorong Substitusi Impor
Industri keramik. (Foto: Dok.kontan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Industri keramik nasional mulai menunjukkan pemulihan signifikan pada 2025, didorong oleh kebijakan pemerintah seperti antidumping, perlindungan pasar (safeguard), dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib.

Dorongan ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat posisi produsen lokal dalam menggantikan impor keramik yang selama ini mencapai 80 juta meter persegi per tahun.


Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyebutkan, tahun ini terdapat tambahan kapasitas produksi hingga 25 juta meter persegi, yang menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja baru.

Baca Juga:

"Efek lanjutan dari meningkatnya kapasitas produksi adalah kemampuan industri nasional untuk sepenuhnya menggantikan keramik impor," ujar Edy, Sabtu (15/11).

Selain itu, sejumlah importir besar kini bersinergi dengan produsen lokal melalui skema Original Equipment Manufacturing (OEM).

Dengan konsep ini, importir tidak lagi mendatangkan produk dari luar negeri, melainkan memproduksi keramik di dalam negeri dengan merek mereka sendiri.

Hampir 90 persen importir bonafid telah menandatangani kontrak OEM, dan mereka mengaku lebih puas dibanding mengimpor langsung.

Keunggulan industri nasional meliputi kepastian suplai, ketepatan waktu pengiriman, harga stabil tanpa fluktuasi kurs, serta layanan purna jual dan garansi kualitas.

Hal ini membuat ekosistem keramik dalam negeri lebih kompetitif sekaligus memperkuat substitusi impor pada sektor properti dan pembangunan.

Edy menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pelaku pasar.

"Kami berharap kebijakan yang mendukung industri dalam negeri dapat terus dipertahankan, sehingga pertumbuhan positif berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Dengan permintaan domestik yang terus meningkat dan kemampuan produsen dalam negeri yang semakin kuat, sektor keramik diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak industri manufaktur nasional pada 2026.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Soemarlin Halomoan Ritonga Resmi Menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Palas, Harapan Baru Penegakan Hukum
Kuasa Hukum Tom Lembong: Rini Soemarno Setujui Keterlibatan Swasta dalam Impor Gula
Pengacara Tom Lembong Walk Out dari Sidang Kasus Impor Gula, Protes Keterangan Saksi Tak Hadir Dibacakan
Prabowo Ungkap Inspirasi Pembentukan BPI Danantara dari Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo
Tiga Pelaku Pencurian Resto di Kabupaten Karo Ditangkap Setelah Melawan Petugas
11 Mobil Milik Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Disita KPK Terkait Kasus TPPU
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru