Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025. (foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendapat penawaran langsung dari Raja Kerajaan Hasyimiah Yordania, Abdullah II bin Al Hussein, terkait tiga proyek strategis.
Penawaran ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani, pada Sabtu (15/11/2025).
"Langsung dari Raja Jordan, beliau menyampaikan potensi proyek atau kolaborasi kepada kami. Ada tiga proyek yang ditawarkan: gas pipanisasi, jalan tol, dan sektor logistik," ujar Rosan.
Raja Abdullah II meminta terlebih dahulu gambaran proyeksi imbal hasil dari Danantara sebelum menyesuaikan penawaran proyek dengan profil investasi lembaga tersebut.
Keselarasan antara return Danantara dan potensi proyekYordania menjadi dasar pertimbangan strategis bagi perusahaan untuk menjajaki kerja sama.
Rosan menambahkan, setiap proyek akan dievaluasi secara mendalam sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami akan kirim tim untuk menelaah detail teknis, finansial, dan implementatif setiap proyek yang diajukan," kata Rosan.
Selain proyekYordania, Danantara juga tengah memimpin proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) terbesar di dunia.
Sebanyak 33 proyek direncanakan, dengan 10 proyek awal akan dimulai akhir 2025 di lima kota berbeda, dengan nilai proyek USD 150–200 juta per unit.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan proyek ini diminati lebih dari 120 perusahaan lokal dan internasional.
Proses tender diperkirakan rampung dalam 6–8 minggu ke depan, dengan kriteria pemilihan berbasis teknologi terbaik dan dampak lingkungan minimal.
Kolaborasi strategis antara Danantara dan Pemerintah Kerajaan Yordania diharapkan memperluas jejak investasi internasional Indonesia, sekaligus mendorong proyek produktif dan berkelanjutan.*