Capaian ini turun 3,7 persen dibanding periode yang sama pada 2024.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menerangkan bahwa dari total realisasi tersebut, subsidi menyerap Rp194,9 triliun, sementara kompensasi mencapai Rp120 triliun.
"Subsidi secara rutin dibayarkan setiap bulan, sementara kompensasi untuk 2024 telah dilunasi dan kompensasi kuartal I 2025 sudah dibayarkan," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis, 20 November.
Pemerintah menargetkan pembayaran kompensasi kuartal II 2025 akan disalurkan pada November atau awal Desember 2025.
Di sisi lain, penyaluran BBM subsidi telah mencapai 13,91 ribu kiloliter, atau 72 persen dari target 19,41 ribu kiloliter. Subsidi LPG 3 kg juga mencatat penyaluran sebesar 6,35 juta kilogram, setara 78 persen dari pagu 8,17 juta kilogram.
Sementara itu, subsidi listrik telah dinikmati 42,5 juta pelanggan, melampaui pagu 41,3 juta pelanggan atau 101,1 persen.
"Peningkatan pelanggan listrik bersubsidi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan sambungan listrik dengan tarif terjangkau," kata Suahasil.
Untuk sektor pertanian, subsidi pupuk telah tersalurkan sebesar 6,5 juta ton atau 73 persen dari pagu 8,9 juta ton.
Adapun subsidi perumahan telah membantu pembangunan 172.100 rumah, setara 72 persen dari target 240.000 rumah.
Pemerintah memastikan penyaluran subsidi tetap menjadi instrumen utama menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan gejolak harga komoditas.*