8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA- Pemerintah kembali menegaskan bahwa seluruh impor beras yang masuk sepanjang Januari–Oktober 2025 bukan ditujukan untuk pasar konsumsi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa Indonesia masih mengimpor 364,3 ribu ton beras dengan nilai US$ 178,5 juta hingga Oktober tahun ini.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono, memastikan tidak ada satu pun beras medium jenis beras yang dikonsumsi masyarakat umum yang diimpor sepanjang tahun ini.Baca Juga:
"Yang masuk hanya beras kebutuhan khusus, beras premium tertentu, dan beras industri. Tidak menyentuh konsumsi masyarakat umum," kata Arief dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Desember 2025.
Impor Hanya untuk Varian Khusus dan Industri
Menurut Arief, seluruh pemasukan beras mengacu pada neraca komoditas, yang mengatur bahwa hanya jenis beras yang tidak diproduksi dalam negeri atau dibutuhkan industri yang boleh diimpor.
Ia merinci beberapa jenis yang masuk:
Menir / beras pecah 100% (HS 1006.40.90) sebagai bahan baku industri.
Beras kebutuhan khusus, termasuk untuk penderita diabetes.
Beras premium tertentu untuk restoran asing dan hotel.
Varian khusus seperti basmati, jasmine, dan japonica (HS 1006.30.99) dengan tingkat kepecahan <5%.
"Jenis-jenis itu tidak ada substitusinya dari produksi dalam negeri. Karena itu, pemasukan tidak berdampak pada harga pasar maupun gabah petani," ujarnya.
Surplus Beras Medium, Petani Tetap Prioritas
Arief menegaskan bahwa produksi nasional beras medium berada dalam kondisi aman.
Berdasarkan data BPS, produksi beras tahun ini diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sehingga Indonesia berada dalam posisi surplus.
"Bersyukur kebutuhan beras medium kita aman, dipenuhi petani dalam negeri. Tidak ada alasan untuk impor beras medium," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kesejahteraan petani dalam setiap kebijakan pangan.
Segmen industri diperbolehkan berjalan, tetapi stabilitas harga di tingkat petani tetap menjadi acuan utama.
Data BPS: Impor Beras Oktober 40,7 Ribu Ton
Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartin, menyampaikan bahwa impor beras pada Oktober 2025 mencapai 40,7 ribu ton.
Secara kumulatif Januari–Oktober, totalnya mencapai 364,3 ribu ton, seluruhnya masuk kategori beras khusus dan beras industri.
Dengan klarifikasi tersebut, pemerintah berharap isu impor yang berulang kali memunculkan keresahan publik dapat dipahami secara proporsional: impor dilakukan untuk segmen produk yang tidak dapat dipenuhi petani, bukan untuk menutupi kekurangan beras konsumsi.*
(dtk/um)
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA Layanan media sosial milik Meta, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dilaporkan mengalami gangguan pada Jumat malam (12/6/202
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menelusuri klaim mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut adany
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan sepeda motor listrik untuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Ju
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman dan mencukupi untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perj
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Pengawas Perum Bulog, Frans B. M. Dabukke, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Pangan (Banpang) di Sumatera Utara un
EKONOMI
JAKARTA Layanan media sosial Facebook dan Messenger dilaporkan mengalami gangguan massal di berbagai negara pada Jumat, 12 Juni 2026. Gang
SAINS DAN TEKNOLOGI
BALI Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner resmi melepas masa lajang setelah melangsungkan akad nikah dengan selebritas Jennifer Coppen, J
ENTERTAINMENT
JAKARTA Polda Metro Jaya menjelaskan alasan tidak diperbolehkannya massa mahasiswa menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta P
PERISTIWA