Efek Ganda DBFW: Produk Lokal Bali Makin Populer, Budaya Tetap Terjaga
- Rabu, 03 Desember 2025 19:57 WIB
Dekranasda Bali Fashion Week tidak hanya menjadi ajang pamer busana, tetapi juga memiliki efek ganda bagi pengembangan produk lokal Bali sekaligus pelestarian budaya. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
DENPASAR – Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) tidak hanya menjadi ajang pamer busana, tetapi juga memiliki efek ganda bagi pengembangan produk lokal Bali sekaligus pelestarian budaya.
Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat membuka DBFW Sesi 2 di Gedung Ksirarnawa, Selasa (2/12) malam.
Menurut Koster, Bali memiliki potensi industri kreatif yang tidak kalah dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Badung, maupun Surabaya.
"Bali selama ini sedikit tampil dan hanya sebagai pengikut. Namun kali ini Bali mulai menjadi penyelenggara dan menampilkan keunggulan-keunggulan produk lokal Bali," ujar Koster.
Gubernur asal Desa Sembiran ini menjelaskan bahwa pelaksanaan DBFW memiliki dampak signifikan.
Pertama, desainer lokal Bali yang sebelumnya minim ruang tampil kini bisa memamerkan karya mereka dan meningkatkan kualitas produk. Kedua, produk yang ditampilkan merupakan produk asli Bali yang merepresentasikan identitas kearifan lokal.
Ketiga, model Bali juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
"Semua-semuanya lokal. Inilah esensi dari Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kita ingin menggerakkan potensi lokal secara total untuk memutar roda perekonomian masyarakat Bali," imbuh Koster.
Koster menekankan bahwa DBFW juga menjadi ajang pengembangan IKM/UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta melestarikan budaya dan kearifan lokal.
Ia berharap program serupa bisa diterapkan oleh Dekranasda Kabupaten/Kota untuk melibatkan lebih banyak desainer, IKM/UMKM, dan meningkatkan kapasitas SDM lokal Bali.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menyebut DBFW Sesi 2 akan digelar selama tujuh hari berturut-turut.
Pagelaran hari pertama menampilkan busana pengantin oleh Turah Mayun serta koleksi busana dan asesoris dari Bara Silver & Gold, Geoniloe, Puspa Mega, Darmawan Silver, dan Taksu Desain.