JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada awal perdagangan Senin (22/12/2025), bertahan di level 8.626,84, naik 17,28 poin atau 0,20 persen dari posisi penutupan Jumat (19/12/2025) yang berada di 8.609.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI, IHSG dibuka pada 8.629,25, sempat menyentuh level tertinggi 8.646,93 dan terendah 8.613,01.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi 4,89 miliar saham, nilai transaksi Rp 2,61 triliun, dan frekuensi perdagangan 387.888 kali.
Dari sisi sektor, penguatan terutama terlihat pada energi (+1,35 persen), bahan baku (+0,95 persen), barang konsumsi siklikal (+0,30 persen), keuangan (+0,17 persen), transportasi dan logistik (+0,15 persen), serta kesehatan (+0,03 persen).
Sementara sektor infrastruktur (-0,84 persen), teknologi (-0,42 persen), properti (-0,34 persen), industri (-0,27 persen), dan barang konsumsi non-siklikal (-0,20 persen) masih mengalami tekanan.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dalam waktu dekat, dengan target area support 8.464-8.560, sekaligus menutup celah (gap) tipis yang terbentuk sebelumnya.
"Saat ini IHSG berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5, sehingga rawan terkoreksi," ujar Herditya.
Sementara itu, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance berada di kisaran 8.570-8.720.
Pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap volatilitas global yang dapat memengaruhi sentimen pasar, meski tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.*
(k/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
IHSG Senin Pagi: Menguat Tipis, Volume Transaksi Rp 2,61 Triliun