Menanggapi penghargaan tersebut, Gubsu Bobby menyampaikan apresiasinya kepada Presiden dan menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh kabupaten dan kota di Sumut.
"Ini bukan hanya kerja kami, tapi hasil kerja keras seluruh kabupaten/kota. Sumut berhasil menyumbang lebih dari 500 ton surplus beras. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus fokus pada pemulihan lahan pertanian pasca-bencana," ujarnya, Jumat (9/1).
Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah, Sumut kehilangan lebih dari 43.000 hektare lahan pertanian, dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp 1,48 triliun.
Bobby Nasution menegaskan, pemulihan lahan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi, didukung oleh pemerintah pusat.
"Seluruh kerugian sawah masyarakat akan ditanggung pemerintah pusat. Data perbaikan sudah kami kirimkan dan akan terus diperbarui. Kementerian Pertanian juga berkomitmen mendukung pemulihan lahan melalui bantuan bibit, alat mesin pertanian, hingga pembukaan areal persawahan baru," jelasnya.
Program pemulihan ini termasuk upaya membuka lahan baru untuk sawah yang terdampak tumpukan material banjir, serta program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan pangan Sumut.
Gubernur berharap langkah-langkah tersebut dapat memulihkan produktivitas pertanian, menjaga posisi Sumut sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah terdampak.*
(tm/dh)
Editor
: Adam
Sumut Raih Penghargaan Presiden, Bobby Nasution Fokus Pulihkan 43 Ribu Ha Lahan Sawah Pasca Banjir