BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Rupiah Tertekan Defisit APBN 2025, Dibuka Melemah ke Rp16.840/USD

Raman Krisna - Senin, 12 Januari 2026 10:14 WIB
Rupiah Tertekan Defisit APBN 2025, Dibuka Melemah ke Rp16.840/USD
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026), seiring tekanan dari pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan sentimen defisit APBN 2025 yang melebihi target.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.16 WIB, rupiah melemah 0,12% atau 21 poin ke level Rp16.840 per dolar AS, sementara indeks dolar AS terpantau turun 0,18% ke 98,95.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif rupiah selama enam hari perdagangan berturut-turut.

Baca Juga:

Dalam sebulan terakhir, rupiah tercatat melemah 1,18%, dan dalam setahun terakhir turun 3,47%.

"Momentum pelemahan rupiah didorong oleh dolar AS yang menguat, seiring ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di pertemuan mendatang," tulis laporan Bloomberg, Senin (12/1/2026).

Dari sisi domestik, rupiah mendapat tekanan tambahan akibat prospek pelonggaran BI Rate lebih lanjut.

Data ekonomi pemerintah juga menambah sentimen negatif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 tercatat turun ke 123,5 dari 124 pada November 2025, mengakhiri tren kenaikan dua bulan sebelumnya.

Selain itu, pasar merespons defisit APBN 2025 yang lebih tinggi dari target pemerintah.

Kementerian Keuangan mencatat defisit tahun fiskal 2025 sebesar 2,92% terhadap PDB, melampaui target 2,53% dan lebih tinggi dibanding defisit APBN 2024 sebesar 2,29%.

Analis Trading Economics memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.628 per dolar AS pada akhir kuartal I/2026, sementara proyeksi jangka panjang menyebut rupiah berpotensi diperdagangkan pada Rp16.397 dalam 12 bulan ke depan.

Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor karena bisa berdampak pada harga komoditas, importasi, serta stabilitas ekonomi makro Indonesia di awal 2026.*


Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Genjot Hilirisasi! Enam Proyek Bernilai US$6 Miliar Siap Groundbreaking Februari 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,44% di Level 8.975, Sentimen Global dan January Effect Jadi Pendorong
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,6 Juta per Gram, Buyback Naik Tipis
Stafsus Gubernur Sulut Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penggunaan Gelar Dr (c) Jadi Sorotan
Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepastian Hukum dan Pembinaan Peternak, Sekaligus Resmikan Sekolah Buddhis Pertama
Wagub Aceh Dampingi Mendagri Tito Karnavian Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang dan Bener Meriah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru