BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Harga Emas Antam Tembus Rekor, Capai Rp 2,665 Juta per Gram

Adelia Syafitri - Rabu, 14 Januari 2026 09:11 WIB
Harga Emas Antam Tembus Rekor, Capai Rp 2,665 Juta per Gram
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi.

Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), emas Antam dijual Rp 2.665.000 per gram, naik Rp 13.000 dari posisi kemarin.

Harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah, Rp 2.513.000 per gram, bertambah Rp 10.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga:

Daftar Harga Emas Logam Mulia Antam 14 Januari 2026
0,5 gr: 1.382.500
1 gr: 2.665.000
2 gr: 5.270.000
3 gr: 7.880.000
5 gr: 13.100.000
10 gr: 26.145.000
25 gr: 65.237.000
50 gr: 130.395.000
100 gr: 260.712.000
250 gr: 651.515.000
500 gr: 1.302.820.000
1000 gr: 2.605.600.000

Meski harga emas Antam naik, harga emas dunia justru melemah.

Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), harga emas spot dunia ditutup di US$ 4.596,8 per troy ons, turun 0,04% dari posisi sebelumnya.

Namun sejak awal 2026, harga emas global sudah naik 6,36%, melanjutkan tren bullish yang sempat melonjak lebih dari 60% sepanjang 2025.

Kenaikan harga emas Antam dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, termasuk penyesuaian harga harian dan strategi perdagangan, sehingga pergerakannya terkadang berbeda dengan pasar global.

Selain itu, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat turut menahan tekanan jual.

Inflasi Desember 2025 tercatat 2,7% secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya, sementara inflasi inti (core) berada di 2,6% yoy, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Data ini membuka kemungkinan Federal Reserve melanjutkan pelonggaran moneter, termasuk penurunan suku bunga acuan.

"Emas merupakan aset non-yielding. Saat suku bunga turun, memegang emas jadi lebih menarik karena peluang keuntungan dari apresiasi harga lebih besar," kata analis pasar komoditas.

Dengan harga yang terus menanjak, investor disarankan berhati-hati karena potensi koreksi tetap ada, terutama saat para pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan.*


(bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemulihan Pascabanjir Bandang di Tapteng, Bupati Masinton Pastikan Sawah Produktif Kembali Normal
Jalin Komunikasi dengan Media, RS Kasih Ibu Tabanan Sukses Sosialisasikan Layanan Home Care
TPI Pantai Labu Hadir dengan Wajah Baru, Nelayan Deli Serdang Kini Lebih Sejahtera
Polisi Periksa Empat Saksi Terkait Viral Video Diduga Kadisperindag Batam
Cabai Merah di Binjai Tetap Murah, Harga Bawang Putih dan Tomat Melonjak
Banjir Sumut, Mendagri Pastikan Medan Sudah Pulih dan Pelayanan Publik Normal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru