JAKARTA – Hargaemas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi.
Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), emasAntam dijual Rp 2.665.000 per gram, naik Rp 13.000 dari posisi kemarin.
Harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah, Rp 2.513.000 per gram, bertambah Rp 10.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Meski harga emasAntam naik, harga emas dunia justru melemah.
Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), harga emas spot dunia ditutup di US$ 4.596,8 per troy ons, turun 0,04% dari posisi sebelumnya.
Namun sejak awal 2026, harga emas global sudah naik 6,36%, melanjutkan tren bullish yang sempat melonjak lebih dari 60% sepanjang 2025.
Kenaikan harga emasAntam dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, termasuk penyesuaian harga harian dan strategi perdagangan, sehingga pergerakannya terkadang berbeda dengan pasar global.
Selain itu, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat turut menahan tekanan jual.
Inflasi Desember 2025 tercatat 2,7% secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya, sementara inflasi inti (core) berada di 2,6% yoy, lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Data ini membuka kemungkinan Federal Reserve melanjutkan pelonggaran moneter, termasuk penurunan suku bunga acuan.
"Emas merupakan aset non-yielding. Saat suku bunga turun, memegang emas jadi lebih menarik karena peluang keuntungan dari apresiasi harga lebih besar," kata analis pasar komoditas.
Dengan harga yang terus menanjak, investor disarankan berhati-hati karena potensi koreksi tetap ada, terutama saat para pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan.*