Presiden ke-7 Jokowi dan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba di lokasi HUT ke-45 PDIP di JCC Senayan, Jakarta, 10 Januari 2018. (foto: Tempo/Subekti)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Guntur menilai pernyataan tersebut kembali membuka perdebatan lama terkait perjalanan politikJokowi sekaligus memperkuat pandangan internal partai banteng bahwa ada pihak-pihak yang merasa telah "dilukai" oleh mantan kadernya itu.
"PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi. Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," kata Guntur, Minggu, 19 April 2026.
Pernyataan itu merespons klaim Jusuf Kalla yang menyebut dirinya berperan membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta dan selanjutnya Presiden RI.
JK sebelumnya menyatakan bahwa tanpa perannya, Jokowi tidak akan bisa maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.
Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya turut meyakinkan Megawati Soekarnoputri untuk mengusung Jokowi saat Pilkada DKI Jakarta.
Dalam penilaiannya, Guntur menyebut perjalanan politikJokowi tidak hanya melibatkan satu tokoh, tetapi sejumlah figur penting di berbagai fase kariernya.
Ia menyebut nama-nama seperti Hasto Kristiyanto, Pramono Anung, FX Hadi Rudyatmo, hingga sejumlah tokoh lain yang disebut berperan dalam membangun karier politikJokowi sejak Solo hingga nasional.
Guntur juga memperluas daftar tersebut dengan menyebut tokoh di luar PDIP seperti Anies Baswedan dan Tom Lembong yang pernah berada dalam lingkar pemerintahan Jokowi pada periode pertama.
Menurutnya, seluruh pihak tersebut memiliki kontribusi masing-masing dalam perjalanan politikJokowi, sehingga tidak tepat jika kesuksesan tersebut diklaim oleh satu individu saja.
Sebelumnya, JK dalam sebuah pernyataan publik menegaskan kembali perannya dalam proses politik yang mengantarkan Jokowi menjadi kepala daerah hingga Presiden RI.
Ia menyebut dirinya sebagai pihak yang meyakinkan PDIP untuk mengusung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012.*