BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Bobby Nasution Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Mesin Utama Ekonomi Sumut 2026

Abyadi Siregar - Jumat, 16 Januari 2026 12:05 WIB
Bobby Nasution Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Mesin Utama Ekonomi Sumut 2026
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menghadiri acara Launching Program Sejuta UMKM dan Milad Majelis Ta’lim Halimah, di Tiara Convention Centre, Jl. Cut Mutia Nomor 1, Medan. (foto: Dok. Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.

Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong ekonomi Sumut yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Sumut Naslindo Sirait mengatakan, penguatan UMKM dan koperasi menjadi strategi kunci transformasi ekonomi kerakyatan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution.

Baca Juga:

Menurut dia, dinamika pasar, digitalisasi ekonomi, serta penguatan ekosistem kewirausahaan akan terus mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha daerah.

"Pembangunan daerah yang berpihak pada UMKM dan koperasi menjadi fondasi penting untuk membangun struktur ekonomi Sumut yang lebih tangguh dan kompetitif," kata Naslindo, Kamis, 15 Januari 2026.

Sepanjang 2025, kinerja UMKM dan koperasi di Sumut menunjukkan tren positif. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat sebesar 46,51 persen, menegaskan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Sementara itu, rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB mencapai 1,84 persen, jauh melampaui target 0,79 persen.

Rasio kewirausahaan daerah juga mengalami peningkatan signifikan, dari target 3 persen menjadi 4,10 persen.

"Ini mencerminkan tumbuhnya wirausaha baru, terutama dari kalangan generasi muda," ujar Naslindo.

Pertumbuhan volume usaha koperasi pada 2025 tercatat sebesar 5,44 persen, melampaui target 4,82 persen.

Persentase koperasi aktif mencapai 53,78 persen, dengan hampir separuh koperasi memperoleh dukungan fasilitasi pelatihan.

Sekitar 90 persen di antaranya merupakan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
37 Ribu Hektare Sawah Rusak, Wagub Sumut Mulai Rehabilitasi Pascabencana di Tapanuli Tengah
OJK Ungkap 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Gagal Bayar Capai Rp2,4 Triliun
Isu RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing, Mensesneg: Masih Wacana
KUR BRI 2026, Solusi Modal UMKM dengan Angsuran Ringan Rp2,1 Juta/Bulan
Setelah Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Antam Turun Rp 6.000/Gram Hari Ini
Pemerintah Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Rehabilitasi Pertanian Pasca Bencana di Sumatera, Petani Tapteng Siap Dilibatkan Padat Karya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru