Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat, pada penutupan perdagangan Senin (26/1), IHSG menguat 0,27%, didorong kenaikan saham sektor basic materials seiring penguatan harga komoditas global.
Namun, sektor energi mencatatkan koreksi terbesar, terutama pada saham BUMI, PTRO, dan DEWA, yang disinyalir merespons antisipasi pengumuman metodologi free-float oleh MSCI.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan.
Histogram negatif pada MACD melebar, sehingga IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran 8.850–9.100, dengan pivot di level 8.950.
Faktor eksternal dan regional turut memengaruhi sentimen pasar.
Rupiah ditutup menguat di level Rp16.782 per dolar AS pada perdagangan Senin, terdorong pelemahan indeks Dolar AS menjelang pertemuan The Fed.
Di sisi lain, harga emas menguat mendekati US$5.100 per troy ounce, seiring meningkatnya permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian politik dan perdagangan global.
Di Asia, bursa regional ditutup variatif. Kanada menegaskan tidak mengejar kesepakatan perdagangan bebas dengan China setelah ancaman tarif 100% dari Presiden Trump, sementara Perdana Menteri Jepang memberi sinyal akan menindak perdagangan spekulatif yang memicu fluktuasi.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk perhatian investor, antara lain: - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO): target harga Rp1.350–Rp1.47 - PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA): target harga Rp458 - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR): target harga Rp3.800–Rp4.000 - PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA): target harga Rp1.360 - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): target harga Rp1.630
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.*
(bi/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
IHSG Selasa 27 Januari 2026 Dibuka Merah, Rupiah dan Emas Bergerak Variatif