JAKARTA — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada 2026 dan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Keyakinan ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Purbaya menegaskan, kemampuan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi kini terbuka karena ia menilai dirinya memiliki kapasitas lebih baik dibandingkan menteri sebelumnya.
"Saya memiliki cukup uang untuk mendorong ekonomi tumbuh 6%, 6,5%, atau bahkan 7%. Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya," kata Purbaya.
Ia memproyeksikan, jika kondisi ini terjaga, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap: 6% tahun ini, 6,5% tahun depan, dan mendekati 7% pada 2028.
"Tahun 2029, pertumbuhan bisa mencapai 8%, jika saya masih di sini," tambahnya.
Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi akan didorong secara optimal melalui kolaborasi sektor pemerintah dan swasta.
Ia menilai bahwa pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor swasta menjadi penggerak utama, sedangkan di masa Presiden Joko Widodo, pertumbuhan lebih banyak ditopang oleh belanja pemerintah.
"Dengan kombinasi ini, meningkatkan pertumbuhan sekitar 6% itu mudah. Pertumbuhan sekitar 6% menurut saya tidak begitu sulit," ujar Purbaya.
Selain itu, Purbaya meyakini bahwa pencapaian pertumbuhan 6-7% akan secara otomatis menarik Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia.
Ia menegaskan, saat ini fokus utamanya adalah memperkuat pertumbuhan ekonomi sebelum menggaet investor asing.
"Saya tidak perlu pergi meminta investasi saat kondisi ekonomi belum baik. Ketika ekonomi tumbuh 6%–7%, menarik investor menjadi jauh lebih mudah," jelasnya.