Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan, setiap KPM akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng MinyaKita 2 liter selama dua bulan.
Jumlah penerima bantuan pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan program serupa tahun sebelumnya, yakni mencapai 81,9 persen dari total KPM sebelumnya."Penyaluran bantuan pangan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan.
Bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita akan diberikan selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM," kata Amran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta dikutip, Rabu (4/2/2026).
Untuk mendukung program tersebut, Perum Bulog akan menyalurkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton serta minyak goreng sebesar 132,9 ribu kiloliter.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk mendanai program bantuan pangan ini.Amran berharap, stimulus ekonomi tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi pangan, khususnya pada periode meningkatnya konsumsi menjelang hari besar keagamaan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan lembaganya dalam menyalurkan bantuan pangan sesuai jadwal.
Ia menyebutkan, Bulog telah menyiapkan stok dan mekanisme distribusi agar bantuan dapat diterima masyarakat sebelum Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada Maret 2026.
"Penyaluran bantuan pangan tahap pertama akan dilaksanakan pada Februari dan Maret 2026. Persiapan sudah kami lakukan sejak awal tahun agar distribusi berjalan lancar," kata Rizal. Sebagai catatan, program bantuan pangan pada 2025 dilaksanakan dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram kepada 18,2 juta KPM pada Juni dan Juli.