BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Sore Hari di Pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan: Macet, Semrawut, dan Ekonomi yang Masih Lesu

- Kamis, 05 Februari 2026 20:30 WIB
Sore Hari di Pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan: Macet, Semrawut, dan Ekonomi yang Masih Lesu
Suasana di seputaran Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Padangsidimpuan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN — Kepadatan lalu lintas kembali menjadi pemandangan rutin di seputaran Pasar Sangkumpal Bonang, pusat aktivitas ekonomi Kota Padangsidimpuan, setiap sore hari.

Pantauan pada Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, menunjukkan kondisi jalan di kawasan pasar tersebut semakin semrawut.

Kemacetan terjadi akibat keberadaan pedagang kaki lima yang memanfaatkan badan jalan, parkir kendaraan yang tidak tertata, serta lalu lintas becak bermotor (parbetor) dan mobil pribadi yang saling berebut ruang.

Baca Juga:

Minimnya kesadaran akan ketertiban dan kebersihan membuat kawasan pasar tampak amburadul, kondisi yang disebut warga terus memburuk dari tahun ke tahun.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Padangsidimpuan segera turun tangan melakukan penertiban dan penataan kawasan pasar.

Penataan parkir, pengaturan pedagang kaki lima, serta pengawasan lalu lintas dinilai mendesak agar aktivitas ekonomi tidak terganggu dan arus kendaraan tetap lancar.

"Kalau dibiarkan terus, jalan makin sempit, macet makin parah. Kami mohon pemerintah bisa menata pedagang dan parkir supaya tidak menghambat kendaraan yang lewat," ujar salah seorang warga di lokasi.

Di tengah kondisi pasar yang semrawut, para pedagang juga menghadapi persoalan lain: daya beli masyarakat yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, meski Ramadan 1447 Hijriah tinggal sekitar dua pekan lagi.

Muhammad Amin Lubis, salah seorang pedagang di Pasar Sangkumpal Bonang, mengatakan perputaran ekonomi tahun ini terasa lebih berat dibanding tahun sebelumnya.

"Memang agak sunyi tahun ini. Ekonomi terasa makin berat. Kami pedagang banyak berharap dari pembeli kalangan ASN. Kalau mereka jarang belanja ke pasar, dagangan kami sepi," kata Amin.

Ia menduga kebijakan efisiensi anggaran ikut memengaruhi daya beli masyarakat. Menurutnya, penjualan tahun lalu jauh lebih baik dibandingkan kondisi saat ini.

"Lebih laris tahun lalu daripada sekarang. Mungkin karena pengaruh efisiensi anggaran," ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi untuk mendorong pergerakan ekonomi lokal, terutama menjelang Ramadan, agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari hasil pemantauan awak media, harga bahan pokok di Pasar Sangkumpal Bonang hingga saat ini masih terbilang stabil.

Harga sembako belum menunjukkan lonjakan signifikan dan relatif sama dengan hari-hari biasa.

Namun, para pedagang memprediksi kenaikan harga biasanya terjadi mendekati Hari Raya.

"Biasanya H-2 Ramadan atau menjelang lebaran, harga sembako naik sekitar 5 sampai 10 persen," ujar seorang pedagang.

Keluhan serupa juga disampaikan Supriadi, pedagang ikan laut basah. Ia mengatakan dagangannya kerap tidak habis terjual dalam beberapa hari terakhir akibat minimnya pembeli.

"Sekarang sering tidak habis. Pembeli memang berkurang," katanya.

Menurut Supriadi, harga ikan laut mulai mengalami kenaikan karena pasokan dari Sibolga ikut naik, kondisi yang hampir selalu terjadi menjelang Ramadan.

"Setiap tahun memang begitu, jelang Ramadan harga ikan naik karena pasokan," ujarnya.

Kondisi Pasar Sangkumpal Bonang hari ini memperlihatkan persoalan klasik perkotaan: penataan ruang publik yang belum optimal, kemacetan yang berulang, serta tekanan ekonomi yang dirasakan langsung oleh pedagang kecil.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pasar tetap tertib dan roda ekonomi kembali bergerak.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
LSM RUBIK dan GEMBOK Laporkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Enam OPD Pringsewu ke Kejati Lampung
Wali Kota Jakarta Timur Ajak ASN Aktualisasikan Nilai Isra Miraj dalam Pelayanan Publik
Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem dan Tawarkan Bantuan Fiktif, Pemprov Aceh Tegaskan Itu Hoaks!
Kejuaraan Pencak Silat Hang Tuah Cup 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pembinaan Atlet Muda Binjai
Usai Tinjau Sungai Deli, Zakiyuddin Akan Surati Rumah di Bantaran untuk Tidak Buang Sampah Sembarangan dan Pertimbangkan Relokasi
Transformasi Birokrasi Berbuah, Kinerja Pelayanan Publik Sumut Meningkat Pesat!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru