Gubsu Bobby Nasution memimpin Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Jum'at (6/2/2026). (Foto: Diskominfo Provsu/ Imam Syahputra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengingatkan seluruh daerah di provinsi ini untuk menjaga stok bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M.
Upaya ini dianggap krusial untuk menahan laju inflasi dan mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok.
Peningkatan harga bahan pokok hampir selalu terjadi setiap tahun saat memasuki Ramadan dan Idulfitri.
Tingginya permintaan tidak hanya dari Sumut, tetapi juga dari provinsi lain yang kerap meminta pasokan dari daerah ini.
"Jaga betul barang-barangnya. Semua wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya. Jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga naik di daerah kita sendiri," kata Bobby Nasution dalam high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Jumat (6/2/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro, Medan.
Bobby Nasution menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menahan pergerakan bahan pokok keluar Sumut.
BUMD diharapkan membeli langsung dari petani dengan harga bersaing, sehingga pasokan tetap ada di dalam daerah.
Komoditas utama yang perlu diperhatikan antara lain cabai, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam.
"Perhatikan distribusinya. Saya juga minta Kapolda dan Kajati ikut memonitor. Pemda bisa manfaatkan BUMD untuk beli langsung ke petani," tambahnya.
Data per 2 Januari 2026 mencatat inflasiSumut berada di 3,81 persen (year on year), turun signifikan dibanding Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy).
Menurut Bobby Nasution, capaian ini menunjukkan kolaborasi yang efektif dalam pengendalian harga.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menegaskan perlunya komitmen daerah dalam pengendalian inflasi.
Dalam high level meeting disepakati enam langkah strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri, antara lain peningkatan frekuensi pasar murah, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, kerja sama produsen daging ayam dan telur, pengendalian tarif administered price, sistem early warning inflasi, serta koordinasi TPID–SPPG agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih bervariasi.
"Pasar murah harus dilakukan di pasar tradisional, bukan di kantor pemerintah. Tarif air, transportasi, distribusi juga perlu dikendalikan agar tidak naik saat tekanan inflasi tinggi," ujar Rudy.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota dan OPD terkait.*