BREAKING NEWS
Selasa, 31 Maret 2026

INALUM Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional melalui Pengembangan Terintegrasi Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah

Muhammad Taufik - Rabu, 11 Februari 2026 09:29 WIB
INALUM Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional melalui Pengembangan Terintegrasi Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah
PT INALUM resmi melakukan groundbreaking Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium pada 6 Februari 2026 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) secara resmi melakukan groundbreaking Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium pada 6 Februari 2026 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek ini menandai langkah strategis INALUM bersama Grup MIND ID dalam mendukung kebijakan hilirisasi mineral nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama penguatan industri nasional.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyebut bahwa hilirisasi ini akan membuat Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam komoditas strategis, khususnya aluminium.

Baca Juga:

Ia berharap swasembada aluminium pada tahun 2030 dapat tercapai.

"Hilirisasi bauksit menjadi aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia. Percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi upaya untuk menekan ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, serta membangun rantai pasok aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir yang memberikan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia," ujar Melati.

Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah ini terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan Smelter Aluminium.

Dibangun di area yang sama dengan SGAR Fase 1 yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun, SGAR Fase 2 yang juga dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia, anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

Dengan demikian, kapasitas produksi alumina domestik akan meningkat menjadi 2 juta ton per tahun, dengan penyerapan bijih bauksit sebesar 6 juta ton per tahun yang dipasok dari seluruh area Izin Usaha Pertambangan PT Aneka Tambang Tbk di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Sementara itu, pasokan listrik untuk Smelter Aluminium kedua akan diperoleh dari PT Bukit Asam Tbk.

Pembangunan Smelter Aluminium Mempawah nantinya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun, dengan seluruh produksinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan aluminium domestik.

Dengan menggabungkan produksi aluminium dari Smelter INALUM di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, total kapasitas produksi aluminium INALUM akan mencapai sekitar 900 ribu ton per tahun.

Pembangunan dan pengoperasian Fasilitas Pengolahan dan Peleburan Aluminium Terpadu ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp104,55 triliun atau setara dengan USD 6,23 miliar.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Masinton Buka Konferensi KSPSI Tapteng, Dorong Pekerja Jadi Motor Pemulihan Pasca Bencana
Pimpinan MPR RI Pastikan Aceh Cepat Pulih Pascabencana: Solidaritas Nasional Jadi Prioritas
Pemerintah Terapkan WFA Jelang dan Pasca Idulfitri 2026 untuk Redam Lonjakan Mobilitas dan Jaga Produktivitas
Ekonomi Kerthi Bali Jadi Fondasi, Koster Dorong UMKM dan IKM Lokal untuk Perkuat Kedaulatan Pangan di Bali
Pertemuan APINDO dengan Presiden Prabowo Jadi Momentum Strategis untuk Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Pemerintah Siapkan Rp911 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik Lebaran 2026, Targetkan Jangkau Puluhan Juta Penumpang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru