JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 8.170,03 pada perdagangan Rabu (11/2/2026), seiring kenaikan saham-saham big caps seperti PANI, DSSA, TLKM, dan TPIA.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, IHSG naik 0,47% atau 38,29 poin.
Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di kisaran 8.148,24–8.176,74, dengan 355 saham menguat, 136 saham terkoreksi, dan 188 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.866,69 triliun.
Saham jumbo yang menguat antara lain PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melonjak 5,96% ke Rp11.550 per saham dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 2,17% ke Rp96.525 per saham.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) meningkat 1,18% ke Rp3.440, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 0,69% menjadi Rp7.250 per saham.
Di sisi lain, saham PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 1,09% ke Rp6.775, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terkoreksi 0,65% ke Rp7.600 per saham.
Saham top gainers pagi ini diisi PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) yang melesat 19,21% ke Rp422, dan PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) terapresiasi 18,46% ke Rp770.
Sebaliknya, saham top losers dipimpin PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) turun 14,97% ke Rp142 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) terkoreksi 14,69% ke Rp900.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, dengan kisaran 7.920–8.180, setelah penutupan sebelumnya parkir di zona hijau.
Sentimen domestik yang membayangi pergerakan indeks antara lain keputusan FTSE Russell menunda rebalancing saham Indonesia edisi Maret 2026, karena kondisi pasar dinilai belum stabil.
"Investor asing mencatatkan outflow senilai Rp708 miliar pada perdagangan kemarin, didominasi oleh sektor perbankan," ujar Ratih.
Tekanan pada sektor perbankan terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan outlook obligasi menjadi negatif untuk sejumlah bank besar, yakni BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan BBTN.
Disclaimer: Berita ini bersifat informatif dan tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.*