JAKARTA – Harga rata-rata nasional komoditaspangan konsumen di Indonesia bergerak beragam pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026), menurut data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 09.11 WIB.
Beras premium tercatat turun 1,66% ke Rp15.419 per kilogram, sementara beras medium turun 1,45% ke Rp13.187 per kilogram.
Beras SPHP Perum Bulog tetap stabil di Rp12.455 per kilogram, dan beras medium non-SPHP turun 1,38% menjadi Rp13.752 per kilogram.
Beras khusus lokal justru naik 1,02% ke Rp15.757 per kilogram.
Komoditas lain menunjukkan tren penurunan: Jagung peternak: turun 4,3% ke Rp6.651/kg Kedelai biji kering impor: turun 1,77% ke Rp10.725/kg Bawang merah: turun 5,48% ke Rp39.277/kg Bawang putih bonggol: turun 2,83% ke Rp37.989/kg Cabai merah keriting: turun 4,01% ke Rp40.984/kg Cabai merah besar: turun 6,33% ke Rp38.000/kg Cabai rawit merah: turun 4,55% menjadi Rp68.691/kg Harga daging dan telur juga mengalami koreksi: Daging sapi murni: turun 0,056% ke Rp136.249/kg Daging ayam ras: turun 1,47% ke Rp39.838/kg Telur ayam ras: turun 2,12% menjadi Rp30.259/kg
Selain itu, harga gula konsumsi turun 0,33% ke Rp18.202/kg, garam konsumsi turun 0,83% ke Rp11.479/kg, tepung terigu curah turun 3,21% ke Rp9.478/kg, dan tepung terigu kemasan turun 1,42% menjadi Rp12.809/kg.
Minyak goreng juga lebih murah, dengan minyak kemasan turun 2,07% menjadi Rp20.768/liter dan minyak curah turun 1,77% menjadi Rp17.447/liter. Minyakita turun 0,98% ke Rp17.206/liter.
Di sisi perikanan, ikan kembung naik 3,28% ke Rp47.287/kg, sementara ikan tongkol turun tipis 0,05% ke Rp37.374/kg, dan ikan bandeng turun 3,18% ke Rp35.900/kg.
Harga daging kerbau beku impor turun 6% ke Rp105.194/kg, sedangkan daging kerbau segar lokal turun 1,22% ke Rp140.000/kg.
Pergerakan harga ini menjadi acuan penting bagi konsumen dan pedagang dalam mengatur pembelian bahan pokok.
Turunnya harga cabai dan bawang merah memberikan sedikit angin segar bagi rumah tangga yang menghadapi tekanan biaya hidup, sementara kenaikan harga ikan kembung menunjukkan dinamika pasokan di sektor perikanan.*