BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Produksi Migas Zona 9 Pertamina Hulu Lampaui Target 2025

gusWedha - Kamis, 12 Februari 2026 13:35 WIB
Produksi Migas Zona 9 Pertamina Hulu Lampaui Target 2025
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). (foto: Dok. Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui empat entitas di Zona 9 mencatat realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) melampaui target tahun 2025.

Keempat entitas tersebut adalah PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, PEP Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field.

Secara kumulatif, produksi minyak mencapai 22,6 ribu barel per hari (MBOPD), sedangkan produksi gas menyentuh 105,369 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Baca Juga:

Capaian ini menempatkan Zona 9 sebagai salah satu kontributor utama bagi PHI Regional 3 Kalimantan.

Senior Manager Subsurface Development & Planning (SSDP) Zona 9, Supriady, mengatakan kinerja tersebut merupakan hasil penerapan inovasi dan teknologi dalam pengelolaan lapangan migas yang telah mature dan berkarakteristik kompleks.

"Kami percaya inovasi dan teknologi memegang peran strategis dalam menjaga tingkat recovery dan keberlanjutan produksi lapangan-lapangan migas yang telah mature," ujar Supriady dalam keterangan tertulis.

Ia menyebut tim Zona 9 mengusung semangat "Anti Decline" sebagai komitmen menjaga laju produksi agar tidak mengalami penurunan alami.

Menurut dia, kolaborasi lintasfungsi dan penerapan teknologi yang tepat guna (fit for purpose) menjadi faktor kunci keberhasilan.

Sejumlah inovasi diterapkan di lapangan. PHSS, misalnya, mengimplementasikan teknologi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) yang mampu meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen.

Meski baru diaplikasikan pada empat sumur, teknologi ini disebut memberi kontribusi signifikan terhadap produksi minyak.

Selain itu, teknologi Pertasolvent diterapkan untuk mengatasi masalah High Pour Point Oil (HPPO), yakni kondisi ketika titik tuang minyak lebih tinggi dibanding temperatur operasi pipa.

Di Lapangan Mutiara dan Pamaguan, teknologi berbasis solvent tersebut dilaporkan mampu mendongkrak produksi hampir empat kali lipat dari kondisi awal.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pertamina Peduli Salurkan 1.577 Tabung LPG dan 1.566 Kompor Gas, Bupati Pidie Jaya Harap Proses Pemulihan Lebih Cepat
Diskusi PMPHI Sumut Soroti Pencabutan Izin 28 Perusahaan, Eks Menhut MS Kaban: Karena Bencana Atau Ada Kepentingan Tertentu?
Dorong Produksi Migas Nasional, SKK Migas dan SLB Indonesia Terapkan Teknologi Fracturing dan Best Practice Global
Solar Langka Jelang Ramadan, Nelayan Tanjung Tiram Batu Bara Menjerit Tak Bisa Melaut
Pertamina EP Catat Produksi Minyak 520 Barel per Hari dari Sumur NKL-1183 di Kaltim
KPK Periksa Mantan Dirut Pertamina Elia Massa Manik Sebagai Saksi Kasus Korupsi Jual Beli Gas PGN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru