BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.837, Sentimen BI dan Dolar AS Jadi Tekanan Utama

Adam - Jumat, 13 Februari 2026 09:33 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.837, Sentimen BI dan Dolar AS Jadi Tekanan Utama
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi (13/2/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.11 WIB, rupiah tercatat turun 0,05% atau 9 poin ke level Rp16.837 per dolar AS, seiring indeks dolar AS yang menguat tipis 0,07% ke 96,98.

Penguatan dolar dipicu oleh ekspektasi pasar terkait kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan kondisi ekonomi global.

Baca Juga:

Selama sebulan terakhir, rupiah sempat menguat 0,27%, namun secara tahunan terdepresiasi 3,54%.

Menurut laporan Trading Economics, pasar berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan BI minggu depan.

Investor menilai kemungkinan bank sentral melanjutkan siklus pelonggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, setelah memangkas suku bunga sebesar total 150 basis poin sejak September 2024.

"Sentimen juga tertekan oleh kekhawatiran kredibilitas kebijakan Bank Sentral pasca pelantikan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo, sebagai wakil gubernur awal pekan ini," tulis Trading Economics.

Risiko eksternal turut membebani rupiah, termasuk potensi pengawasan Uni Eropa terhadap aliran minyak Rusia yang dapat mengganggu perdagangan global.

Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan meredam harapan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.820–Rp16.850 hingga penutupan perdagangan hari ini.

"Tekanan fiskal Indonesia makin terasa seiring membengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban pembayaran utang pemerintah, sementara penerimaan masih belum sepenuhnya pasti," ujarnya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, belanja pemerintah ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun, melonjak Rp391,3 triliun dibanding realisasi 2025 sebesar Rp3.451,4 triliun.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Lesu, Saham AMMN dan PANI Pimpin Pelemahan
Benteng Abad ke-16 di Deli Tua: Teknologi “Anti-Meriam” yang Tersembunyi di Balik Legenda Putri Hijau
Harga Emas Antam Anjlok! Kini Rp 2,9 Juta/Gram
Bupati Humbang Hasundutan Ajak Kepala Desa Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Masyarakat yang Lebih Baik
Bupati Labusel Buka Konsultasi Publik RKPD 2027, Fokus pada Ekonomi Berkelanjutan dan Pariwisata
Kemnaker Salurkan Rp30,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak Bencana di Sumbar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru