BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

“19 Juta Lapangan Kerja Mana?” Menaker Yassierli Akhirnya Buka Suara

Dharma - Selasa, 17 Februari 2026 19:47 WIB
“19 Juta Lapangan Kerja Mana?” Menaker Yassierli Akhirnya Buka Suara
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (foto: Yassierli/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa target pembukaan 19 juta lapangan kerja di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil kolaborasi antarkementerian dan lembaga.

Hal ini ia sampaikan dalam forum sekretaris kementerian/lembaga terkait penguatan ekosistem ketenagakerjaan, sebagaimana diunggah akun Instagram resmi Kemnaker, Selasa (17/2/2026).

"19 juta lapangan kerjanya mana, Pak Menteri? Itu yang ditanya pertama ya. Nanti saya mau bagi-bagi saja di sini, satu-satu, begitu ya. Karena memang 19 juta itu adalah kolaborasi kita bersama," ujar Yassierli dalam forum tersebut.

Baca Juga:

Menurut Menaker, Kemnaker akan menggalakkan berbagai program pelatihan vokasi di seluruh penjuru Tanah Air untuk meningkatkan kemampuan serta daya saing pekerja.

Ia berharap para sekretaris jenderal dan sekretaris utama di setiap kementerian dan lembaga dapat menjadi penghubung Kemnaker untuk mengeksekusi program kolaboratif ini.

"Intinya itu adalah untuk pelatihan-pelatihan vokasi. Agar sesudah pelatihan, mereka diserap di tempat kerja ataupun juga mereka melakukan kewirausahaan dan seterusnya," tambah Yassierli.

Dalam perkembangan sebelumnya, Presiden Prabowo menggelar audiensi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hambalang, Bogor, pada Senin (9/2/2026).

Dalam pertemuan itu, Presiden mengajak pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari industri tekstil, garmen, alas kaki, mebel, hingga makanan dan minuman.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengajak para pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor," tulis akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia @presidenrepublikindonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan pemberdayaan kewirausahaan, yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.*


(bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Denpasar Keliru Kaitkan Presiden dengan Penonaktifan PBI JK, FSKMP Siap Lapor ke Polisi
Wisatawan Resah, Tarif Parkir TPI Bagan Percut Capai Rp20 Ribu per Kendaraan
Mafioso Birokrasi: Ancaman Nyata bagi Keutuhan NKRI
Tanggul Sungai Batang Toru Jebol, 90 Rumah Bandar Tarutung Terendam Banjir
Marhaban Ya Ramadan, DPW Syarikat Islam Sumut Sambut Bulan Penuh Berkah dengan Sukacita
Forkopimda Asahan Tinjau Kesiapan Perayaan Imlek 2577 Kongzili
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru