TP PKK Simalungun Luncurkan Pengajian Sahabat Qur’ani, Ajak Masyarakat Mengamalkan Al-Qur’an
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Simalungun menyelenggarakan pengajian lintas sektoral da
AGAMA
JAKARTA – Kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap kinerja perbankan syariah nasional memicu polemik di kalangan praktisi dan akademisi.
Wakil Rektor Universitas Paramadina sekaligus Wakil Kepala CSED-INDEF, Handi Risza, menegaskan kritik tersebut sebaiknya ditempatkan dalam konteks penguatan industri, bukan melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan berbasis syariah.
Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/2/2026), Handi menjelaskan perbedaan mendasar antara perbankan konvensional dan syariah.Baca Juga:
Jika bank konvensional mengandalkan bunga, bank syariah menekankan prinsip bagi hasil (profit and revenue sharing) serta transaksi berbasis aktivitas ekonomi halal. Akad-akad syariah seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah dirancang untuk menjamin keadilan bagi semua pihak
"Hak diperoleh berdasarkan usaha dan ikhtiar masing-masing," ujar Handi.
Tantangan Modal dan Efisiensi
Handi mengakui pembiayaan syariah kerap dipersepsikan lebih mahal dibanding bank konvensional. Menurutnya, faktor struktural seperti keterbatasan modal dan tingginya biaya dana (cost of funds) menjadi penyebab utama.
Data hingga Oktober 2025 mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp1.028 triliun, namun sebagian besar masih berada di kategori KBMI 1 dan 2. Hanya Bank Syariah Indonesia yang telah masuk kelompok KBMI 4.
"Terbatasnya modal berdampak pada tingginya biaya operasional per unit produk serta kemampuan investasi di teknologi, sistem informasi, dan pengembangan SDM," jelasnya.
Selain itu, disparitas akses terhadap dana murah turut membedakan kinerja bank konvensional dan syariah.
Bank konvensional lebih leluasa mengelola dana dari rekening giro pemerintah, sedangkan bank syariah banyak menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan deposito dengan biaya relatif lebih tinggi.
Kepastian dan Prinsip Syariah
Handi menekankan skema akad syariah, seperti murabahah, memberikan kepastian cicilan hingga akhir kontrak meski angsuran awal terlihat lebih tinggi.
Denda keterlambatan tidak menjadi pendapatan bank, melainkan dialokasikan untuk kegiatan sosial. Peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) memastikan produk tetap sesuai prinsip Islam dan meminimalisasi manipulasi akad.
Harapan Dukungan Kebijakan
Handi berharap pemerintah memberi dukungan kebijakan lebih proporsional, termasuk penempatan rekening giro lembaga keagamaan di bank syariah, insentif pajak, serta penguatan permodalan BUMN syariah.
"Kritik Menkeu seharusnya menjadi perhatian, namun ke depan pemerintah diharapkan lebih fair dalam memperlakukan bank syariah," pungkasnya.*
(dh)
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Simalungun menyelenggarakan pengajian lintas sektoral da
AGAMA
SIMALUNGUN Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Simalungun bekerja sama dengan Dinas Pendidikan menggelar k
PENDIDIKAN
JAKARTA Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, me
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan khusus untuk umat Muslim, secara khusus di AS, menyambut bulan s
INTERNASIONAL
SURAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menghadiri sidang gugatan Citizen Lawsuit (CLS) terkait ijazah Presiden ke7 RI
POLITIK
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengingatkan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk me
PEMERINTAHAN
PALUTA Kondisi Pasar Gunungtua, pusat perekonomian Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terlihat semrawut pada Selasa sore (17/2/2026)
NASIONAL
JAKARTA Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar rapat bersama pemerintah untuk membahas percepatan rehabi
NASIONAL
DENPASAR Satgas Pangan Polda Bali bersama instansi terkait melakukan pengecekan harga dan stok bahan pokok di sejumlah pasar modern dan
EKONOMI
JAKARTA Memasuki hari pertama ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam perlu memastikan bacaan doa sahur dan niat puasa dilakukan
AGAMA