BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

Sah! Kesepakatan Dagang Diteken, Tarif Impor Indonesia ke AS Turun dari 32 ke 19 Persen

Abyadi Siregar - Jumat, 20 Februari 2026 16:55 WIB
Sah! Kesepakatan Dagang Diteken, Tarif Impor Indonesia ke AS Turun dari 32 ke 19 Persen
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Indonesia dan Amerika Serikat, di Washington, D.C., Kamis (19/02/2026) waktu setempat. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani kesepakatan perdagangan baru yang menurunkan tarif impor rata-rata bagi produk Indonesia menjadi 19 persen.

Angka tersebut turun signifikan dari kisaran sebelumnya sekitar 32 persen.

Perjanjian diteken di Washington oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama pejabat perdagangan AS Jamieson Greer, dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026.

Baca Juga:

Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar Amerika.

Ribuan Produk Bebas Tarif

Dalam perjanjian tersebut, sebanyak 1.819 pos tarif memperoleh fasilitas bea masuk nol persen.

Produk yang termasuk di antaranya komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, karet, rempah, sejumlah produk tekstil, serta komponen elektronik.

Sebagai bagian dari skema timbal balik, Indonesia juga sepakat membuka pasar domestik dengan menghapus hambatan tarif terhadap lebih dari 99 persen produk asal Amerika Serikat.

Selain itu, kedua negara mencatat komitmen transaksi dan investasi senilai sekitar US$38,4 miliar yang mencakup sektor energi, pertanian, hingga pengadaan pesawat.

Perjanjian akan mulai berlaku sekitar 90 hari setelah proses ratifikasi oleh parlemen masing-masing negara.

Dampak Ekonomi dan Tantangan Industri

Penurunan tarif dinilai berpotensi mendorong lonjakan ekspor karena harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global, terutama komoditas berbasis sumber daya alam dan manufaktur ringan.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolda Aceh Pastikan Pembangunan Jembatan Bailey Sawang Selesai Tepat Waktu
HMI Nilai Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Binjai Belum Beri Perubahan Nyata: Tidak Butuh Pencitraan
Bupati Simalungun Hadiri Milad Ke-6 Pesantren Darul Putera Madinah, Ajak Generasi Santri Berkarakter
Sidak Pasar Jelang Puasa, Ini Temuan Pemkab Deli Serdang
Sinergi TMMD ke-127 Tahun 2026 Pemkab Simalungun dan Kodim, Hidupkan Gotong Royong Bangun Kabupaten
RI-AS Bentuk Dewan Perdagangan & Investasi, Langkah Strategis Tingkatkan Ekspor dan Selesaikan Sengketa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru