BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Menaker Yassierli Minta Mitra Magang Fasilitasi Uji Kompetensi, Peserta Ditargetkan Kantongi Dua Sertifikat

Raman Krisna - Sabtu, 21 Februari 2026 07:33 WIB
Menaker Yassierli Minta Mitra Magang Fasilitasi Uji Kompetensi, Peserta Ditargetkan Kantongi Dua Sertifikat
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, saat Monitoring dan Evaluasi Program Pemagangan Nasional di Transmedia, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengimbau perusahaan dan instansi pemerintah yang menjadi mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (Maganghub) Tahun 2026 untuk memfasilitasi peserta mengikuti uji kompetensi.

Ia menegaskan, peserta magang tidak cukup hanya mengantongi sertifikat pengalaman, tetapi juga harus memiliki sertifikat kompetensi resmi.

Imbauan tersebut disampaikan Yassierli saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pemagangan Nasional di Transmedia, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca Juga:

"Saya berharap peserta magang nasional tidak hanya membawa pengalaman, tapi juga bukti kompetensi. Minimal ada dua sertifikat. Sertifikat magang dari mitra penyelenggara dan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi," ujar Yassierli.

Menurut dia, sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi pengakuan formal atas kemampuan yang dipelajari selama magang.

Dengan pengakuan tersebut, peserta memiliki bekal lebih kuat untuk memasuki pasar kerja dan bersaing saat melamar pekerjaan sesuai minat dan keahliannya.

Dalam peninjauan di Transmedia, Yassierli menyebut terdapat sekitar 450 peserta magang nasional yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai memperoleh pengalaman kerja nyata, termasuk hal-hal yang belum ditemui saat menempuh pendidikan formal.

"Sekitar 450 peserta magang ada di sini dan antusiasmenya luar biasa. Harapannya, pengalaman itu berubah menjadi kompetensi nyata agar mereka lebih siap bekerja sesuai passion," katanya.

Untuk menjaga kualitas program, Kemnaker menjalankan monitoring dan evaluasi secara komprehensif. Yassierli menjelaskan, koordinasi rutin dilakukan dengan para mentor di lokasi magang, serta penerapan sistem monitoring yang mewajibkan peserta mengisi logbook kegiatan.

Ia menambahkan, pembayaran uang saku peserta mengacu pada hasil verifikasi logbook. Pada Februari 2026, besaran uang saku telah menyesuaikan kebijakan kenaikan upah minimum kabupaten/kota/provinsi tahun 2026.

"Uang saku peserta pemagangan nasional sudah mengacu pada kebijakan kenaikan UM 2026, sehingga Februari ini naik. Saya titip, manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal positif," ujarnya.

Kunjungan ke Transmedia menjadi kali pertama Menaker melakukan monev pemagangan di sektor media, setelah sebelumnya dilakukan di sektor manufaktur, jasa, dan transportasi.

Ia menilai monev lintas sektor penting untuk menjaga standar mutu pemagangan sekaligus memetakan kebutuhan kompetensi dunia kerja.

Menurut Yassierli, sektor media memberi gambaran nyata mengenai transformasi teknologi di industri. Dunia kerja, kata dia, terus bergerak menuju pola dan teknologi baru sehingga peserta magang perlu dipersiapkan sejak dini.

"Kita tidak boleh tertinggal dan harus terus mempersiapkan diri," ujarnya.*

(dh)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Sertifikat Kompetensi bagi Peserta Magang Nasional 2025
Kabar Gembira! Uang Saku Peserta Pemagangan Nasional Naik Menyusul Kenaikan Upah Minimum 2026
Bupati Batu Bara Serahkan Sertifikat BNSP Pelatihan Teknisi AC Residential
PT Astra Buka Program Magang untuk Fresh Graduate: Kesempatan Langsung Belajar dari Ahlinya
Desa Timbang Deli Jadi Teladan PHBS, Kader PKK Bergerak untuk Hidup Sehat Masyarakat
Website MagangHub Kemnaker Sudah Pulih, Ayo Segera Daftar!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru