BREAKING NEWS
Minggu, 05 April 2026

Salah Kaprah Stok BBM 21 Hari: Pertamina dan DEN Klarifikasi Soal Cadangan Energi Nasional

Nurul - Minggu, 08 Maret 2026 14:54 WIB
Salah Kaprah Stok BBM 21 Hari: Pertamina dan DEN Klarifikasi Soal Cadangan Energi Nasional
Antrian panjang di salah satu SPBU di Aceh Singkil baru-baru ini. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri 2026, isu ketahanan energi kembali menjadi sorotan publik.

PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG) di seluruh wilayah Indonesia berada dalam kondisi aman.

Meskipun cadangan operasional berada di angka 21 hingga 23 hari, Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu khawatir, karena pasokan akan terus dipenuhi.

Baca Juga:

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa angka tersebut adalah ambang batas pengamanan yang dijaga dengan sangat hati-hati dan dinamis.

Berdasarkan peraturan pemerintah, Pertamina berkomitmen menjaga cadangan energi nasional di atas level minimum, bahkan untuk beberapa produk, cadangannya dapat mencapai 35 hari.

"Cadangan energi ini kami kelola dengan cermat. Selama distribusi dan suplai berjalan lancar, stok akan terus bergerak dan tetap terjaga. Kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi risiko untuk memastikan ketahanan energi di seluruh Indonesia," ujar Baron dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).

Banyak masyarakat yang seringkali mengira cadangan operasional sebagai stok mati yang dapat habis setelah 21 hingga 23 hari.

Padahal, cadangan tersebut bersifat sirkuler, artinya barang yang keluar akan digantikan dengan pasokan yang masuk dalam waktu yang singkat.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi, menegaskan bahwa cadangan 20-23 hari yang dikelola oleh Pertamina merupakan stok sirkuler, yang terus berputar.

"Setiap kali ada barang yang keluar, akan ada barang yang masuk. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena stok selalu diperbarui dan disuplai dengan cepat," ujarnya.

Kholid juga menjelaskan bahwa saat ini stok produk BBM di Indonesia cukup stabil. Misalnya, stok Pertalite saat ini mencapai 28 hari, Pertamax 29 hari, dan Avtur dalam kondisi mencukupi.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok-stok ini cukup kompetitif dibandingkan negara tetangga yang hanya memiliki stok 10 hingga 15 hari," tambahnya.

Untuk memastikan ketahanan energi yang lebih optimal, Pertamina kini mengandalkan sistem digital yang terintegrasi, yaitu Pertamina Digital Hub.

Melalui teknologi ini, data distribusi BBM dan LPG dapat dipantau secara real-time, mulai dari hulu (eksplorasi dan kilang) hingga hilir (SPBU dan agen LPG).

Dengan sistem digital ini, Pertamina dapat memonitor pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah.

Bahkan, sistem ini dapat melacak posisi kapal pengangkut minyak mentah hingga jumlah liter BBM yang tersisa di setiap tangki pendam di SPBU.

"Melalui teknologi ini, kami dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi dan dapat melakukan langkah antisipatif dengan lebih cepat jika diperlukan," jelas Baron.

Seiring dengan lonjakan konsumsi energi selama periode mudik, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan fenomena panic buying yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

"Panic buying hanya akan mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi. Kami pastikan, pasokan energi aman dan cukup. Jangan terburu-buru membeli lebih dari yang dibutuhkan," tegas Baron.


Dengan cadangan energi yang cukup, pengawasan digital yang canggih, serta langkah mitigasi yang matang, Pertamina memastikan bahwa Indonesia siap menghadapi lonjakan konsumsi BBM dan LPG selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari pembelian berlebihan, dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.*


(tt/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sawit: Sumber Energi Nasional yang Kini Jadi 'Tameng' di Tengah Krisis Energi Global
Kapolri Imbau Masyarakat Jaga Persatuan, Jangan Terprovokasi Isu Pemecah Belah Bangsa
Buya Yahya Sebut Jadi Presiden Berat, Ketua BEM UGM Kritik: Beliau Ngemis Suara Rakyat dengan Joget-joget!
Ajak Tingkatkan Kepedulian Sosial, Wakil Wali Kota Medan Serahkan Santunan Anak Yatim Saat Buka Puasa Bersama Gerindra Sumut
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Buka Pesantren Kilat Ramadan di SMAN 1, Dorong Lahirnya Generasi Emas Bebas Narkoba
Melalui Safari Ramadhan FORMADDA Sumut, Pemkab Batu Bara Perkuat Kolaborasi dengan Organisasi Kepemudaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru