Hingga 28 Februari 2026, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari target, naik 41,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Penerimaan pajak juga tumbuh 30,4 persen menjadi Rp245,1 triliun, memungkinkan pemerintah mempercepat realisasi belanja untuk menjaga momentum pertumbuhan.
"Momentum pertumbuhan ini diharapkan terus berlanjut sepanjang tahun," katanya.
Selain percepatan belanja, pemerintah juga menebar berbagai stimulus ekonomi menjelang Idul Fitri.
Stimulus mencakup diskon tiket kereta dan angkutan laut 30 persen, penghapusan tarif jasa pelabuhan untuk angkutan penyeberangan, bantuan pangan untuk 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp24,7 triliun.
Febrio menekankan, stimulus ini bertujuan mendorong daya beli masyarakat dan pergerakan ekonomi domestik di kuartal I 2026, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi gejolak global.*
(mt/dh)
Editor
: Nurul
Kemenkeu Optimistis, Ekonomi RI Tetap Melaju di Tengah Gejolak Global