Purbaya menegaskan langkah strategis ini dilakukan untuk menyehatkan keuangan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).
"Rapatnya sudah putus, tapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi akan mengumumkan. Bukan saya. Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa," ujarnya usai sidang debottlenecking, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, "Belum saatnya dibuka ke Anda sekarang, biar yang lebih tinggi yang memaparkan. Pak Prabowo."
Restrukturisasi utang Whoosh menjadi krusial karena merupakan syarat utama sebelum pemerintah memulai ekspansi jalur kereta cepat hingga Surabaya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa penyelesaian beban finansial KCJB harus selesai terlebih dahulu sebelum pengembangan jalur lanjutan.
"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai Banyuwangi, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata AHY di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3/2026).
Dengan rampungnya restrukturisasi utang, pemerintah dapat lebih fokus pada ekspansi jalur kereta cepat, sekaligus memastikan stabilitas keuangan proyek strategis nasional ini.*
(in/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Utang Proyek Whoosh Beres, Pemerintah Tunggu Pengumuman Resmi Presiden Prabowo