BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Di Sidang Kabinet, Purbaya Bantah Nilai Tukar Rupiah Hancur

Adelia Syafitri - Jumat, 13 Maret 2026 18:28 WIB
Di Sidang Kabinet, Purbaya Bantah Nilai Tukar Rupiah Hancur
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa nilai tukar rupiah berada dalam kondisi hancur.

Pernyataan tersebut disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:
Purbaya mengatakan, gejolak geopolitik global memang memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk pergerakan nilai tukar mata uang.

"Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, Pak, itu sejak perang, rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen," ujarnya.

Ia menegaskan pelemahan yang relatif kecil tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia masih cukup baik.

Premi Credit Default Swap lima tahun Indonesia juga stabil, mencerminkan kepercayaan investor global terhadap risiko kredit negara.

Spread imbal hasil Surat Berharga Negara terhadap US Treasury hanya naik tipis menjadi 243 poin pada Januari.

Selain itu, Purbaya menyebutkan beberapa indikator ekonomi lain yang menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia.

Indeks manufaktur mencapai 53,8, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Inflasi Februari, jika dikoreksi untuk komponen subsidi listrik pada Januari-Februari 2025, hanya sekitar 2,59 persen, jauh lebih rendah dibandingkan angka resmi 4,64 persen.

"Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya enggak kepanasan. Jadi yang lain-lain enggak usah memperlambat pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah mendekati Rp 17.000, namun pada perdagangan Jumat tercatat turun 65 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp 16.958 per dolar AS.*

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru