BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

Menkeu Purbaya Sentil Ekonom di Media Sosial: Kritik Tanpa Data Tidak Membantu

Adelia Syafitri - Senin, 16 Maret 2026 19:04 WIB
Menkeu Purbaya Sentil Ekonom di Media Sosial: Kritik Tanpa Data Tidak Membantu
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: tangkapan layar yt Kemenkeuri RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi kritik sejumlah ekonom dan pengamat yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia sedang memburuk.

Purbaya menilai bahwa banyak kritik yang beredar, terutama di media sosial, tidak dilandasi data yang memadai, sehingga menimbulkan sentimen negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, pemerintah terbuka terhadap kritik yang disertai dengan data yang jelas, namun ia menegaskan bahwa secara keseluruhan, kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada dalam situasi yang cukup baik.

Baca Juga:

"Kalau memang jelek kita betulin, tapi kalau sudah bagus saya betulin sebelah mana?" ujar Purbaya dalam keterangannya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Purbaya mengaku tidak tertarik untuk berdebat dengan pihak-pihak yang menurutnya tidak memiliki dasar analisis ekonomi yang kuat.

Ia pun mengkritik maraknya komentar di media sosial, terutama TikTok, yang dinilai sering memunculkan sensasi negatif tentang ekonomi.

"Mereka nggak pernah belajar ekonomi, nggak pernah kuliah ekonomi di mana debatnya? Saya debat sama orang pinggir jalan yang nggak jelas jadinya," tambah Purbaya dengan nada tegas.

Purbaya menjelaskan bahwa diskusi terkait kondisi ekonomi harus didasarkan pada pemahaman ekonomi yang matang dan data yang akurat.

Ia juga mengingatkan agar publik tidak terpengaruh dengan narasi negatif yang berkembang tanpa memeriksa data yang valid.

Menteri Keuangan tersebut kemudian memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang masih menunjukkan kinerja positif.

Salah satunya adalah angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada triwulan sebelumnya tercatat sebesar 5,39 persen.

Purbaya pun memperkirakan bahwa pada triwulan berikutnya, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai sekitar 5,5 persen atau bahkan lebih tinggi.

Selain itu, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia juga berada di kisaran 53,9, yang menunjukkan bahwa sektor industri Indonesia masih dalam fase ekspansi.

Ia juga menyoroti peningkatan consumer confidence yang disurvei oleh Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan, serta kenaikan dalam Retail Sales Index yang dirilis oleh Bank Indonesia.

"Datanya dari banyak tempat, jadi kalau semuanya arahnya sama, berarti memang ekonominya sedang baik," ungkap Purbaya, menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan arah positif berasal dari lembaga-lembaga yang independen.

Penjualan mobil, menurut data dari asosiasi industri otomotif, juga mencatatkan kenaikan sekitar 7 persen setelah sempat mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Mandiri Spending Index juga tercatat meningkat, mencerminkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia masih cukup kuat.

Meskipun demikian, Purbaya tidak menutup mata terhadap potensi risiko ekonomi global.

Ia menyinggung ketegangan geopolitik yang dapat berdampak pada perekonomian, terutama kenaikan harga minyak dunia yang dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global.

Purbaya mengingatkan bahwa jika harga minyak terus melambung tinggi, bisa memicu resesi di berbagai negara dan berdampak pada perekonomian Indonesia.

"Kalau harga minyak terlalu tinggi, akhirnya mereka (negara penghasil minyak) juga rugi sendiri. Kalau ekonomi global tidak bisa menerima, akhirnya mereka masuk resesi," kata Purbaya.

Namun, secara keseluruhan, ia tetap optimis dengan kondisi ekonomi Indonesia yang tetap menunjukkan tren positif di tengah tantangan global.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah hingga Rp 17.000, Purbaya: Tanya ke Bank Sentral
Kebutuhan Daging Meugang Aceh Tercukupi, Harga Fluktuatif Menjelang Idul Fitri 2026
KPK Geledah Kantor Bupati Cilacap Terkait Kasus Pemerasan THR, Sita Dokumen dan Handphone
Prabowo Sebut Ada Pengamat Tidak Senang Pemerintah Berhasil, PKB: Ajak Diskusi dengan Data dan Bukti Konkret
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Alsintan Gratis untuk Kelompok Tani, Bupati Asri Ludin: Oknum yang Pungut Biaya Akan Ditindak Tegas
Pemko Binjai Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah, Fokus Jaga Stabilitas Harga Menjelang Idulfitri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru