BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Efisiensi Anggaran Negara Hemat Rp308 Triliun, Prabowo: Saya Yakin, Kalau Tidak Dipotong, Bisa Jadi Ladang Korupsi

Nurul - Kamis, 19 Maret 2026 21:40 WIB
Efisiensi Anggaran Negara Hemat Rp308 Triliun, Prabowo: Saya Yakin, Kalau Tidak Dipotong, Bisa Jadi Ladang Korupsi
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026). (foto: tangkapan layar yt Najwa Shihab)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia menyebutkan bahwa masih banyak ruang untuk penghematan, khususnya pada pos-pos belanja rutin yang dianggap tidak esensial, seperti biaya seremonial, pengadaan alat tulis kantor, dan biaya untuk rapat-rapat serta seminar yang tidak relevan dengan isu utama.

"Ada kebiasaan pengadaan barang yang hampir setiap tahun dilakukan. Seperti pengadaan komputer dan perlengkapan kantor, ini harus dipangkas. Maraknya kegiatan kajian yang hanya buang-buang waktu dan tidak menyentuh isu mendasar, seperti kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja," ujarnya.

Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya pengendalian konsumsi di kalangan aparatur negara, serta menyoroti kebiasaan-kebiasaan yang berpotensi memboroskan anggaran negara.

Menanggapi potensi krisis ekonomi global yang dapat berdampak pada Indonesia, Prabowo juga mencatat bahwa negara-negara lain telah menerapkan kebijakan penghematan yang lebih ketat, termasuk pengurangan hari kerja dan sistem work from home (WFH) selama masa pandemi Covid-19.

Ia percaya bahwa kebijakan serupa bisa diterapkan di Indonesia untuk lebih menghemat biaya operasional pemerintahan.

"Negara-negara lain seperti Filipina dan Pakistan sudah mengurangi hari kerja dari 5 menjadi 4. Selama Covid, kita berhasil menjalankan WFH, dan saya kira kita bisa lakukan itu lagi. Mungkin 75 persen pegawai bisa kerja dari rumah," tambahnya.

Prabowo berharap agar kebijakan ini dapat diterapkan lebih luas untuk mencapai efisiensi anggaran yang lebih baik, sehingga pengeluaran negara bisa lebih produktif dan sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Menurut Prabowo, efisiensi dalam anggaran belanja negara bukan hanya soal penghematan, tetapi juga terkait dengan alokasi sumber daya yang lebih tepat guna untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintahannya bertekad untuk mengubah paradigma pengelolaan anggaran yang selama ini dianggap kurang efektif, agar lebih berfokus pada kesejahteraan rakyat.

"Ini bukan hanya soal menghemat uang, tapi bagaimana kita bisa mengelola anggaran dengan lebih bijaksana demi kemajuan bangsa. Ini untuk rakyat Indonesia," pungkas Prabowo.*


(tb/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Sentil Kepala Daerah Beli Mobil Dinas Rp8 Miliar: Anggaran Daerah Harus Digunakan untuk Pembangunan, Utamakan Kepentingan Rakyat
1.000 Dapur MBG Disuspend, Prabowo: Jika Ada Ketidaksesuaian Program di Lapangan, Siapapun Boleh Lapor
SPPG Yayasan Indonesia Terang Benderang Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Ajak Warga Peduli Gizi dan Pemberdayaan UMKM
Prabowo: Jika Tak Masuk BoP, Kita Tak Bisa Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Prabowo: Ini Adalah Terorisme, Harus Kita Usut!
Pemerintah Akan Terapkan WFH Satu Hari Seminggu Setelah Lebaran: Hemat 1/5 Konsumsi BBM
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru