BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Harga Pangan Meroket Jelang Lebaran 2026: Cabai Rawit Tembus Rp131.000 per Kg!

Nurul - Jumat, 20 Maret 2026 11:16 WIB
Harga Pangan Meroket Jelang Lebaran 2026: Cabai Rawit Tembus Rp131.000 per Kg!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Daging ayam ras segar juga mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran, tercatat naik 19,95% menjadi Rp50.200 per kg.

Daging sapi, baik kualitas I maupun II, turut mengalami kenaikan harga.

Daging sapi kualitas I naik 15,51%, menjadi Rp168.650 per kg, sementara daging sapi kualitas II naik 16,99% menjadi Rp161.150 per kg.

Kenaikan harga gula pasir juga cukup signifikan, dengan gula pasir kualitas premium naik 33,17% menjadi Rp26.500 per kg.

Sementara itu, gula pasir lokal naik 16,89%, menjadi Rp21.800 per kg.

Minyak goreng juga mencatatkan kenaikan harga menjelang Lebaran 2026.

Minyak goreng curah naik 11,92%, menjadi Rp21.600 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I naik 22,59%, menjadi Rp27.950 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerek II juga tercatat naik 17,43%, menjadi Rp25.600 per liter.

Tak hanya itu, telur ayam ras segar tercatat naik 23,82%, menjadi Rp40.800 per kg.

Kenaikan harga pangan ini diperkirakan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama menjelang perayaan Lebaran yang identik dengan konsumsi pangan tinggi.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga, memastikan ketersediaan pangan, dan menjaga daya beli masyarakat.*


Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua PP Muhammadiyah: Korupsi Berakar dari "Lapar Spiritual"
Mengapa Daging Jadi Hidangan Wajib Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000, Kini Rp2.893.000 per Gram
Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi dalam 3,5 Tahun, Brent Capai US$ 108,65
Viral! Kericuhan Pemudik Motor di Pelabuhan Bakauheni, PT ASDP Angkat Bicara
Muhammadiyah Tegaskan Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Bukan Bentuk Ketidaktaatan pada Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru