BREAKING NEWS
Selasa, 31 Maret 2026

Prabowo: Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang, Reputasi Investasi Kami Terjamin

Adelia Syafitri - Senin, 30 Maret 2026 21:46 WIB
Prabowo: Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang, Reputasi Investasi Kami Terjamin
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Tokyo, Senin (30/3). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak para pengusaha asal Jepang untuk menjalin kemitraan strategis dengan Danantara, badan pengelola investasi strategis Indonesia, dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Tokyo, Senin (30/3).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga tata kelola yang baik dan reputasi yang solid di mata investor global.

Menurutnya, Indonesia telah membuktikan diri sebagai negara dengan pengelolaan ekonomi yang kredibel dan transparan, serta memiliki sejarah panjang dalam memenuhi kewajiban utang.

Baca Juga:

"Ini akan memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa kami serius dan akan melindungi semua investor. Reputasi kita sudah sangat baik, dan saya percaya ini adalah dasar yang kuat untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan," ujar Prabowo dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah.

Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memiliki reputasi yang sudah teruji dalam menjaga komitmen keuangan negara.

Dalam pembicaraannya, ia menyoroti bahwa Indonesia tidak pernah gagal dalam memenuhi kewajiban utangnya sepanjang sejarah, sebuah komitmen yang telah dipertahankan selama beberapa dekade.

"Reputasi ini bukan baru berusia 5, 10, atau 15 tahun. Kami telah membuktikan diri selama lebih dari 30 tahun. Indonesia memiliki reputasi, kita tidak pernah gagal membayar utang-utang kami," tegas Prabowo.

Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa Danantara, sebagai badan pengelola investasi strategis yang dimiliki oleh Indonesia, kini berperan penting dalam mendorong perekonomian negara.

Pengelolaan aset negara secara profesional ini diharapkan dapat menghasilkan kekuatan ekonomi baru yang produktif dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas.

"Hampir semua aset kami sekarang berada di bawah pengelolaan satu manajemen. Kami menginginkan pengelolaan yang rasional dengan praktik terbaik dan kami percaya ini adalah cara yang tepat untuk mengelola kekayaan negara," papar Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa Danantara telah menunjukkan kinerja yang sangat positif hanya dalam tahun pertama operasionalnya.

Beberapa sektor yang dikelola oleh Danantara mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan ada yang mencatatkan kenaikan hampir 300 persen dalam pengembalian aset.

"Hasilnya sangat menjanjikan. Dalam tahun pertama operasi, dana kekayaan negara kami menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengelola kekayaan nasional secara lebih produktif," ungkapnya.*


(at/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rapat Paripurna DPRD Asahan, LKPJ 2025 Disampaikan: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun
Isu Kenaikan BBM 1 April 2026, Ini Kata Menteri ESDM Bahlil
Prabowo Saksikan Penandatanganan 10 MoU RI-Jepang Senilai Rp384 Triliun, Fokus pada Energi Bersih dan Teknologi Canggih
Gubernur Bobby Nasution Paparkan Capaian Ekonomi Sumut 2025 dalam LKPJ, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Ketenagakerjaan
Mendagri Minta Daerah Kaya Hibahkan Dana ke Aceh, Bobby Nasution: Sumut Juga Butuh Bantuan
Dinas Kesehatan Sumut Temukan 162 Balita Stunting di Kota Medan, Ini Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru